Moskow Khawatirkan Sanksi Baru AS Terhadap Iran

Rabu, 24 April 2019 - 06:31 WIB
Moskow Khawatirkan Sanksi...
Moskow Khawatirkan Sanksi Baru AS Terhadap Iran
A A A
MOSKOW - Rusia mengatakan pihaknya prihatin atas babak baru sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.

Di bawah ancaman hukuman, Washington menekan semua negara untuk berhenti membeli minyak mentah Iran dengan tujuan merusak ekonomi negara itu. Hal itu diungkapkan Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan di situsnya.

Kementerian Luar Negeri Rusia mencatat bahwa pernyataan AS tentang pengetatan sanksi minyak terhadap Iran bertepatan dengan berita tentang penyebaran kelompok tempur AS di Teluk Persia.

"Dalam mengejar hegemoni global, AS tidak hanya mengancam komunitas internasional dengan langkah-langkah hukuman ekonomi tetapi juga secara terbuka menggetarkan pedangnya. Washington sedang berusaha untuk mencapai ambisi geopolitiknya, yang berbahaya bagi seluruh umat manusia," kata Kementerian Luar Negeri Rusia seperti dikutip dari Anadolu, Rabu (24/4/2019).

Kementerian Luar Negeru Rusia mencatat bahwa AS mengambil langkah lain terhadap Iran menjelang peringatan keputusan Washington pada Mei tahun lalu untuk menarik diri dari Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), yang umumnya dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran. JCPOA adalah kesepakatan yang dicapai terhadap program nuklir Iran di Wina pada 14 Juli 2015 antara Iran, lima negara kekuatana dunia ditambah satu negara lain dan Uni Eropa.

"Tetapi AS jelas-jelas membuat kesalahan dalam memilih cara, setelah memutuskan metode pencekikan ekonomi, memberikan pukulan pada kondisi hidup orang biasa Iran untuk membuat negosiator Teheran yang patuh siap untuk setiap transaksi dengan persyaratan Amerika," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

"Tindakan semacam itu tidak menambah apa pun bagi posisi internasional Amerika. Seluruh dunia dapat melihat bahwa kebijakan Washington menjadi lebih agresif dan gegabah," sambungnya.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan membayar upeti untuk mengendalikan Iran, yang tidak menyerah pada provokasi arogan AS.

Kementerian Luar Negeri Rusia juga menegaskan kembali kepatuhan Iran terhadap JCPOA dan menyerukan "kekuatan waras" untuk melakukan segala daya guna memastikan keberlanjutan fungsi perjanjian.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Giliran Mobil Sejuta...
Giliran Mobil Sejuta Umat Amerika Serikat Disenggol Iran
Joe Biden Klaim Amerika...
Joe Biden Klaim Amerika Serikat Sudah Tidak Memiliki Senjata Kimia
5 Negara Sahabat China,...
5 Negara Sahabat China, 3 di Antaranya Musuh Amerika Serikat
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Adu Kekuatan Militer...
Adu Kekuatan Militer Iran-Rusia vs Israel-Amerika Serikat, Siapa Lebih Unggul?
Berita Terkini
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
20 menit yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
1 jam yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
2 jam yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
3 jam yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
4 jam yang lalu
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
5 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved