Pakar Australia: Prabowo Sosok Trumpian, Hidup dalam Imajiner Ciptaan Sendiri

Sabtu, 20 April 2019 - 01:37 WIB
Pakar Australia: Prabowo...
Pakar Australia: Prabowo Sosok Trumpian, Hidup dalam Imajiner Ciptaan Sendiri
A A A
JAKARTA - Kandidat presiden dalam pemilu Indonesia 2019, Prabowo Subianto, dikritik para pakar Australia setelah mendeklarasikan kemenangan versi hasil real count internalnya. Para pakar menggambarkan apa yang dilakukan mantan jenderal itu sebagai delusi.

Kandidat presiden dari kubu oposisi itu mengklaim menang pemilihan presiden yang digelar 17 April lalu. Prabowo awalnya mengklaim meraih 55 persen suara versi hasil real count internal. Hanya dalam beberapa jam kemudian, angka itu berubah menjadi 62 persen.

Versi hasil quick count sejumlah lembaga survei kandidat presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) unggul dengan angka 54 hingga 55 persen suara. Sedangkan Prabowo memperoleh 44 hingga 45 persen suara.

Hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih berlangsung, meski publik bisa melihatnya secara langsung di situsnya, pemilu2019.kpu.go.id . Pantauan SINDOnews.com pada Sabtu (20/4/2019) pukul 01.14, Jokowi yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin memperoleh 54,7 persen. Sedangkan Prabowo yang berpasangan dengan Sandiaga Uno memperoleh 45,3 persen. Angka ini baru sementara, yakni 36.219 dari 813.350 TPS (4.45306 persen).

"Saya akan menjadi presiden untuk semua orang Indonesia," kata Prabowo saat deklarasi kemenangan.

Kritik terhadap Prabowo salah satunya muncul dari pakar Australian National University (ANU). "Dia adalah sosok Trumpian yang hidup dalam gelembung kebesaran imajiner yang diciptakan sendiri," kata Marcus Mietzner, dari ANU College of Asia and Pacific, seperti dikutip ABC.net.au. Trumpian adalah sebutan untuk sosok yang dianggap memiliki kemiripan sifat dengan Presiden Amerika Serikat Donald John Trump.

"Setiap gangguan pada dunia fantasi itu bertemu dengan tambahan manipulatif lebih lanjut pada realitasnya sendiri," ujarnya.

Prabowo telah mengecam sejumlah lembaga survei yang dia anggap bias. Dia bahkan menyerukan para lembaga survei untuk pindah ke Antartika setelah pihaknya kalah dalam hasil quick count oleh sejumlah lembaga survei.

Ben Bland, direktur proyek Lowy Institute di Asia Tenggara, mengatakan pernyataan Prabowo merupakan kombinasi kebanggaan yang terluka dan upaya pengungkitan politik.

"Ini sebagian pola dalam politik Indonesia untuk menyelamatkan muka, dengan mengklaim Anda menang selama ini," kata Bland.

"Dia benar-benar percaya itu adalah takdirnya untuk memerintah Indonesia," ujarnya.

"Tetapi jika Anda memprotes dan menantang hasilnya, itu adalah cara untuk meningkatkan daya ungkit politik Anda pada saat pemerintah berikutnya memikirkan bagaimana mengatur kabinetnya," imbuh kritik Bland.

"Itu terlihat agak absurd bagi dunia luar. Tapi di dalam negeri orang-orang memaafkannya."
(mas)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Ambang Batas Presiden...
Ambang Batas Presiden Dipertahankan, Indonesia Harus Belajar dari Pemilu 2019
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Mendagri Beberkan Indonesia...
Mendagri Beberkan Indonesia Peringkat 2 Partisipasi Pemilu, Amerika Serikat Posisi 5
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Berita Terkini
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
27 menit yang lalu
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
1 jam yang lalu
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
2 jam yang lalu
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
3 jam yang lalu
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
4 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Inilah 7 Sosok Potensial...
Inilah 7 Sosok Potensial Calon Menteri Keuangan Kabinet Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved