Salah Pilih Partai dalam Pemilu, Pria India Potong Jari

Sabtu, 20 April 2019 - 00:11 WIB
Salah Pilih Partai dalam...
Salah Pilih Partai dalam Pemilu, Pria India Potong Jari
A A A
NEW DELHI - Seorang pria India secara tidak sengaja memilih partai yang salah dalam pemilihan umum (pemilu) nasional. Dia pun memotong jari telunjuknya dengan alasan untuk menebus kesalahan.

Pria bernama Pawan Kumar tersebut merasa sangat jijik lantaran keliru pilih partai. Dalam sebuah video yang viral di India, Pawan Kumar mengaku tidak sengaja memilih Partai Bharatiya Janata (BJP) karena bingung dengan simbol pada mesin pemungutan suara.

Pawan, 25, adalah seorang pendukung Partai Bahujan Samaj (BSP). Sedangkan BJP adalah partai berkuasa atau kendaraan politik Perdana Menteri Narendra Modi.

Mesin pemungutan suara India menggunakan simbol di sebelah nama-nama calon kontestan pemilu sehingga orang yang tidak bisa membaca masih bisa memilih. Pawan memberikan suaranya dalam pemilu tahap kedua di Bulandshahr di wilayah utara negara bagian Uttar Pradesh.

Dalam video tersebut, Pawan menjelaskan bahwa dia ingin memilih BSP, yang memiliki banyak dukungan di Uttar Pradesh. Namun, alih-alih menekan tombol gajah untuk BSP, dia justru menekan tombol lotus, yang mewakili BJP.

"Saya ingin memilih gajah, tetapi saya memilih bunga itu karena keliru," katanya, seperti dikutip India Today, Jumat (19/4/2019).

Untuk mencegah kecurangan dalam pemilu, jari telunjuk setiap pemilih ditandai dengan tinta yang susah dihapus setelah mereka memberikan suaranya.

Pawan frustrasi setelah salah pilih partai. Dia pun tidak bisa mengendalikan emosinya.

Dia akhirnya memotong jari telunjuknya sendiri setelah kekeliruan tersebut. Pawan dibawa ke rumah sakit, tetapi dibolehkan pulang beberapa saat kemudian.

Pawan merupakan anggota kelompok etnik Dalit yang sebelumnya dikenal sebagai komunitas "tak tersentuh". Kelompok ini adalah pendukung penting BSP.

Dengan lebih dari 900 juta pemilih yang memenuhi syarat, pemilu India adalah yang terbesar di dunia. Pemilu di negara ini berlangsung selama tujuh tahap dan hasil awal diharapkan keluar pada 23 Mei 2019.
(mas)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Sampaikan Pidato Kenegaraan di DPR RI
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Berita Terkini
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
31 menit yang lalu
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
1 jam yang lalu
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
2 jam yang lalu
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
3 jam yang lalu
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
4 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
6 jam yang lalu
Infografis
Siapa Lebih Unggul Pakistan...
Siapa Lebih Unggul Pakistan atau India dalam Senjata Nuklir?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved