Lavrov: Sikap AS di Amerika Latin Tidak Bisa Diterima
Minggu, 14 April 2019 - 13:11 WIB
Lavrov: Sikap AS di Amerika Latin Tidak Bisa Diterima
A
A
A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan, sikap politik Washington terhadap sejumlah negara Amerika Latin tidak dapat diterima. Ini adalah respon atas pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengenai Venezuela.
Pompeo, saat melakukan kunjungan ke Chile, mengatakan, setiap opsi terhadap venezuela masih tetap dipertimbangkan, termasuk di dalamnya opsi militer, untuk membantu menggulingkan rezim yang berkuasa saat ini.
Berbicara saat Majelis Dewan Kebijakan Luar Negeri dan Pertahanan (SWAP) ke-27, Lavrov menuturkan, AS secara terbuka mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Hal ini, lanjut Lavrov, adalah hal yang tidak bisa diterima.
"Orang Amerika secara terbuka mencampuri urusan dalam negeri negara berdaulat. Semua orang tahu tentang Venezuela, perubahan blitzkrieg gagal, tetapi orang Amerika tidak menolak tujuan menggulingkan presiden yang sah. Ini secara langsung dibuktikan dengan wawancara Michael Pompeo baru-baru ini, di mana dia mengatakan bahwa intervensi militer belum dikecualikan," ucap Lavrov.
"Orang-orang Amerika bahkan menyeret doktrin Monroe yang terkenal keluar dari hutan, mengancam bahwa barisan berikutnya adalah Kuba dan Nikaragua," sambungnya, seperti dilansir Tass pada Minggu (14/4).
Dia menambahkan, AS tampaknya tidak mengerti bahwa mereka menentang diri mereka sendiri untuk seluruh dunia Amerika Latin. "Saya pikir perilaku seperti itu tidak bisa diterima," tukasnya.
Pompeo, saat melakukan kunjungan ke Chile, mengatakan, setiap opsi terhadap venezuela masih tetap dipertimbangkan, termasuk di dalamnya opsi militer, untuk membantu menggulingkan rezim yang berkuasa saat ini.
Berbicara saat Majelis Dewan Kebijakan Luar Negeri dan Pertahanan (SWAP) ke-27, Lavrov menuturkan, AS secara terbuka mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Hal ini, lanjut Lavrov, adalah hal yang tidak bisa diterima.
"Orang Amerika secara terbuka mencampuri urusan dalam negeri negara berdaulat. Semua orang tahu tentang Venezuela, perubahan blitzkrieg gagal, tetapi orang Amerika tidak menolak tujuan menggulingkan presiden yang sah. Ini secara langsung dibuktikan dengan wawancara Michael Pompeo baru-baru ini, di mana dia mengatakan bahwa intervensi militer belum dikecualikan," ucap Lavrov.
"Orang-orang Amerika bahkan menyeret doktrin Monroe yang terkenal keluar dari hutan, mengancam bahwa barisan berikutnya adalah Kuba dan Nikaragua," sambungnya, seperti dilansir Tass pada Minggu (14/4).
Dia menambahkan, AS tampaknya tidak mengerti bahwa mereka menentang diri mereka sendiri untuk seluruh dunia Amerika Latin. "Saya pikir perilaku seperti itu tidak bisa diterima," tukasnya.
(esn)