Pesawat Angkut Militer Baru Rusia Lakukan Terbang Perdana
Minggu, 31 Maret 2019 - 02:28 WIB
Pesawat Angkut Militer Baru Rusia Lakukan Terbang Perdana
A
A
A
MOSKOW - Penerbangan perdana dari Ilyushin Il-112V, pesawat transportasi ringan, yang telah lama ditunggu-tunggu berhasil dilakukan. Pesawat tersebut akan menggantikan pesawat udara Antonov An-26 dan An-24 yang menua di militer Rusia.
"Pesawat modern itu lepas landas dari landasan pacu uji coba di Voronezh, dibayangi oleh laboratorium terbang Il-114LL," kata perusahaan pembuatnya, Ilyushin, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari RT, Minggu (31/3/2019).
Pesawat sepanjang 24 meter itu menghabiskan waktu sekitar 45 menit di udara, terbang dengan kecepatan sekitar 250 km/jam dan berputar-putar di area itu beberapa kali sebelum mendarat. Penerbangan perdananya difilmkan oleh banyak peninjau pesawat di darat.
Pejabat pertahanan Rusia memuji penerbangan perdananya sebagai tonggak utama bagi industri penerbangan negara itu. Il-112V adalah transportasi militer pertama yang dirancang di Rusia dari nol setelah jatuhnya Uni Soviet mengganggu kerja sama berbagai laboratorium pertahanan dan pabrik yang tersebar di bekas anggota.
Pesawat ini hanya menggunakan suku cadang yang diproduksi di dalam negeri, dapat mengangkut hingga 5 ton kargo. Il-112V dikatakan jauh lebih efisien daripada pesawat angkut Antonov yang dirancang Soviet yang akan dipensiunkan.
Proyek ini dimulai pada pertengahan 1990-an, tetapi mengalami jeda yang lama sebelum akhirnya model pesawat itu dipilih sebagai transportasi ringan berikutnya oleh kementerian pertahanan pada tahun 2003.
Permasalah lain terjadi pada 2010, ketika kementerian menunda pendanaannya dan memilih varian yang lain, An-140. Namun pesaingnya itu gagal memenuhi harapan, sehingga Il-112V menerima kehidupan kedua pada 2013.
Model ini ditenagai oleh sepasang mesin turboprop TV7-117ST 3.100 hp yang ditingkatkan dari Klimov. Pesawat ini dapat terbang hingga 1.200 km dengan muatan penuh, atau 3.500 km dengan 3,5 ton muatan di kapal, membutuhkan dua awak, dan dapat mendarat di landasan pacu pada 1.200 meter.
Pejabat pertahanan Rusia memperkirakan bahwa hingga seratus Il-112Vs dapat diproduksi selama bertahun-tahun untuk memenuhi permintaan militer. Ilyusin mengatakan memiliki kapasitas untuk membangun sebanyak 12 unit per tahun.
"Pesawat modern itu lepas landas dari landasan pacu uji coba di Voronezh, dibayangi oleh laboratorium terbang Il-114LL," kata perusahaan pembuatnya, Ilyushin, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari RT, Minggu (31/3/2019).
Pesawat sepanjang 24 meter itu menghabiskan waktu sekitar 45 menit di udara, terbang dengan kecepatan sekitar 250 km/jam dan berputar-putar di area itu beberapa kali sebelum mendarat. Penerbangan perdananya difilmkan oleh banyak peninjau pesawat di darat.
Pejabat pertahanan Rusia memuji penerbangan perdananya sebagai tonggak utama bagi industri penerbangan negara itu. Il-112V adalah transportasi militer pertama yang dirancang di Rusia dari nol setelah jatuhnya Uni Soviet mengganggu kerja sama berbagai laboratorium pertahanan dan pabrik yang tersebar di bekas anggota.
Pesawat ini hanya menggunakan suku cadang yang diproduksi di dalam negeri, dapat mengangkut hingga 5 ton kargo. Il-112V dikatakan jauh lebih efisien daripada pesawat angkut Antonov yang dirancang Soviet yang akan dipensiunkan.
Proyek ini dimulai pada pertengahan 1990-an, tetapi mengalami jeda yang lama sebelum akhirnya model pesawat itu dipilih sebagai transportasi ringan berikutnya oleh kementerian pertahanan pada tahun 2003.
Permasalah lain terjadi pada 2010, ketika kementerian menunda pendanaannya dan memilih varian yang lain, An-140. Namun pesaingnya itu gagal memenuhi harapan, sehingga Il-112V menerima kehidupan kedua pada 2013.
Model ini ditenagai oleh sepasang mesin turboprop TV7-117ST 3.100 hp yang ditingkatkan dari Klimov. Pesawat ini dapat terbang hingga 1.200 km dengan muatan penuh, atau 3.500 km dengan 3,5 ton muatan di kapal, membutuhkan dua awak, dan dapat mendarat di landasan pacu pada 1.200 meter.
Pejabat pertahanan Rusia memperkirakan bahwa hingga seratus Il-112Vs dapat diproduksi selama bertahun-tahun untuk memenuhi permintaan militer. Ilyusin mengatakan memiliki kapasitas untuk membangun sebanyak 12 unit per tahun.
(ian)