Tokoh Oposisi Venezuela Serukan 'Operasi Kebebasan'
Sabtu, 30 Maret 2019 - 03:28 WIB
Tokoh Oposisi Venezuela Serukan 'Operasi Kebebasan'
A
A
A
CARACAS - Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, menyerukan aksi demonstrasi baru terhadap Presiden Nicolas Maduro. Seruan itu dikeluarkannya setelah rezim melarangnya memegang jabatan publik selama 15 tahun.
Sebelumnya, pengawas keuangan negara, Elvis Amoroso mengumumkan bahwa Guaido akan dilarang memegang jabatan publik selama 15 tahun, hukuman maksimum yang diizinkan oleh hukum. Hukuman itu dijatuhkan terkait transaksi keuangan yang dianggap tidak konsisten dan secara ilegal menerima hadiah dari pemerintah asing.
Baca juga: Venezuela Larang Guaido Pegang Jabatan Publik Selama 15 Tahun
Guaido, yang memimpin Majelis Nasional Venezuela dan diakui oleh negara-negara demokrasi Barat sebagai presiden sah negara itu, menanggapinya dengan menyerukan mobilisasi massa di seluruh negeri terhadap rezim Maduro, dan menyebutnya sebagai "Operasi Kebebasan."
"Mulai dari sekarang sampai 6 April kita harus siap dan tahu tempat-tempat yang akan kita gunakan untuk demonstrasi," tulisnya.
“Akan ada ribuan tempat di hari #OperationFreedom! Selama Kita terus bersatu dan memobilisasi, dengan semua opsi di atas meja, bercakap-cakap dengan sekutu kita, tidak mungkin kita bisa kalah,” imbuhnya seperti dikutip dari Breitbart, Sabtu (30/3/2019).
Seruan Guaido datang pada saat krisis ekonomi dan kemanusiaan Venezuela terus mencapai kedalaman baru, dengan pemadaman listrik kini menjadi kejadian biasa di seluruh negeri. Baru minggu ini, setidaknya 16 dari 25 negara bagian mengalami pemadaman listrik, mendatangkan malapetaka pada layanan publik yang sudah hancur seperti rumah sakit dan transportasi.
Venezuela telah terperosok dalam krisis politik yang sedang berlangsung selama lebih dari dua bulan, sejak tokoh oposisi Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara yang menentang Maduro. Langkah itu langsung diakui oleh AS dan beberapa sekutu regionalnya, sementara Rusia, China, Turki, dan banyak negara lain menegaskan kembali dukungan mereka untuk Maduro.
Sebelumnya, pengawas keuangan negara, Elvis Amoroso mengumumkan bahwa Guaido akan dilarang memegang jabatan publik selama 15 tahun, hukuman maksimum yang diizinkan oleh hukum. Hukuman itu dijatuhkan terkait transaksi keuangan yang dianggap tidak konsisten dan secara ilegal menerima hadiah dari pemerintah asing.
Baca juga: Venezuela Larang Guaido Pegang Jabatan Publik Selama 15 Tahun
Guaido, yang memimpin Majelis Nasional Venezuela dan diakui oleh negara-negara demokrasi Barat sebagai presiden sah negara itu, menanggapinya dengan menyerukan mobilisasi massa di seluruh negeri terhadap rezim Maduro, dan menyebutnya sebagai "Operasi Kebebasan."
"Mulai dari sekarang sampai 6 April kita harus siap dan tahu tempat-tempat yang akan kita gunakan untuk demonstrasi," tulisnya.
“Akan ada ribuan tempat di hari #OperationFreedom! Selama Kita terus bersatu dan memobilisasi, dengan semua opsi di atas meja, bercakap-cakap dengan sekutu kita, tidak mungkin kita bisa kalah,” imbuhnya seperti dikutip dari Breitbart, Sabtu (30/3/2019).
Seruan Guaido datang pada saat krisis ekonomi dan kemanusiaan Venezuela terus mencapai kedalaman baru, dengan pemadaman listrik kini menjadi kejadian biasa di seluruh negeri. Baru minggu ini, setidaknya 16 dari 25 negara bagian mengalami pemadaman listrik, mendatangkan malapetaka pada layanan publik yang sudah hancur seperti rumah sakit dan transportasi.
Venezuela telah terperosok dalam krisis politik yang sedang berlangsung selama lebih dari dua bulan, sejak tokoh oposisi Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara yang menentang Maduro. Langkah itu langsung diakui oleh AS dan beberapa sekutu regionalnya, sementara Rusia, China, Turki, dan banyak negara lain menegaskan kembali dukungan mereka untuk Maduro.
(ian)