Pengamat: Pernyataan Trump Soal Golan Untungkan Netanyahu

Senin, 25 Maret 2019 - 03:22 WIB
Pengamat: Pernyataan...
Pengamat: Pernyataan Trump Soal Golan Untungkan Netanyahu
A A A
YERUSALEM - Pengamat dari Jerusalem Institute for Strategy and Security (JISS), Efraim Inbar mengatakan, pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump soal Dataran Tinggi Golan untungkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Ibar mengatakan, pernyataan Trump tersebut dapat mendongkrak suara Netanyahu di pemilu Israel yang akan digelar bulan depan. Namun, dia mengaku tidak tahu seberapa besar dampak pernyataan tersebut.

"Saya pikir pertama-tama mayoritas besar warga Israel sangat senang dengan perubahan kebijakan Amerika ini dan kami menyambutnya. Di Israel ada konsensus besar bahwa Dataran Tinggi Golan, karena kepentingan strategisnya, harus tetap menjadi bagian dari negara Israel, dan pengakuan Amerika atas kekuasaan Israel atas Dataran Tinggi Golan hanyalah dosis tambahan realisme untuk pendekatan ke arah Timur Tengah," ucap Inbar.

"Saya pikir Netanyahu pasti akan mendapat manfaat dari keputusan Trump, tidak jelas, Anda tahu, berapa banyak, ini adalah "balapan" yang dekat dan jajak pendapat menunjukkan sedikit keuntungan bagi Netanyahu, tetapi kami masih hampir tiga minggu lagi dari pemilihan. Jadi, setiap dukungan yang Netanyahu dapat mungkin akan membantunya," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (25/3).

Seperti diketahui Trump, melalui akun Twitternya pada hari Jumat lalu mengatakan bahwa sudah waktunya untuk mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan yang disengketakan.

Pernyataan Trump ini sendiri mendapat kecaman luas dari dunia internasional. Penasihat Tertinggi Pemimpin Tertinggi Iran untuk Urusan Internasional, Ali Akbar Velayati menyebut pernyataan Trump itu merupakan pelanggaran hukum internasional.

Sedangkan Kremlin mengatakan, pernyataan Trump tersebut sangat berbahaya. Menurut Kremlin, pernyataan ini dapat mengguncang situasi di Timur Tengah. Turki mengatakan pernyataan Trump akan membawa kawasan itu ke tepi krisis baru.

Kementerian Luar Negeri Prancis menyuarakan keprihatinan dengan tidak mengakui pencaplokan Israel atas Dataran Tinggi Golan. Sementara itu, Palestina mengutuk keputusan Trump, dengan mengatakan bahwa pengakuan itu akan merusak peluang perdamaian di wilayah Timur Tengah.
(esn)
Berita Terkait
Aksi Brutal Polisi Israel...
Aksi Brutal Polisi Israel Serbu Puluhan Jemaah di Masjid Al-Aqsa
Israel Serang Kamp Al...
Israel Serang Kamp Al Maghazi di Gaza Saat Malam Natal Menewaskan 70 orang
Penampakan Rudal Iran...
Penampakan Rudal Iran saat Melintas di Atas Masjid Al Aqsa
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Israel Menembaki Warga...
Israel Menembaki Warga Gaza di Distribusi Bantuan, 155 Terluka dan 20 Tewas
Panik Dibombardir Iran,...
Panik Dibombardir Iran, Israel Minta Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
2 jam yang lalu
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
3 jam yang lalu
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
3 jam yang lalu
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
4 jam yang lalu
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
5 jam yang lalu
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
6 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved