Maduro Ucapkan Terima Kasih kepada militer karena Gagalkan Kudeta

Minggu, 10 Maret 2019 - 13:29 WIB
Maduro Ucapkan Terima...
Maduro Ucapkan Terima Kasih kepada militer karena Gagalkan Kudeta
A A A
CARACAS - Presiden Venezuela Nicolas Maduro memuji angkatan bersenjata karena tetap loyal kepadanya dan telah mengalahkan kudeta yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dan pemimpin oposisi Juan Guaido. Maduro juga menyalahkan serangan dunia maya oleh oposisi atas pemadaman listrik yang meluas di negara yang kaya minyak tersebut.

Pernyataannya itu disampaikannya pada aksi protes memperingati hari Anti Imperialisme di negara itu yang dilakukan oleh kelompok pro-pemerintah.

Berbicara di luar istana presiden Miraflores, Maduro menyebut Guaido sebagai badut dan boneka AS. Maduro berulang kali menuduh Guaido mencoba melakukan kudeta terhadapnya dengan bantuan "imperialis AS".

"Mereka mengundang angkatan bersenjata untuk melakukan kudeta militer dan jawaban mereka jelas - mereka telah mengalahkan komplotan kudeta," katanya seperti dikutip dari BBC, Minggu (10/3/2019).

Maduro telah mempertahankan dukungan militer dan sekutu dekat termasuk Rusia dan China sejak Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara pada 23 Januari.

Sementara itu di Caracas, beberapa pendukung Guaido berkelahi dengan polisi. Polisi berjaga-jaga saat aksi demonstrasi kelompok oposisi melanda Ibu Kota.

Beberapa pemrotes mendorong polisi berseragamanti huru hara sembari meneriakkan "pembunuh" dan petugas membalas dengan menembakkan semprotan merica ke mereka.

Dalam pidatonya, Guaido mengumumkan akan memulai tur di negara itu dan menyerukan semua pendukungnya untuk menghadiri protes massa di Caracas "segera".

"Kami akan datang, semua warga Venezuela ke Caracas, karena kami membutuhkan mereka semua bersatu," serunya.

Guaido, yang memimpin Majelis Nasional yang dikendalikan oposisi, telah diakui sebagai presiden sementara oleh lebih dari 50 negara.

Maduro mengambil alih kepresidenan ketika mentornya, Hugo Chavez meninggal pada tahun 2013. Dalam beberapa tahun terakhir Venezuela telah mengalami keruntuhan ekonomi, dengan kekurangan pangan yang parah dan inflasi mencapai setidaknya 800.000% tahun lalu.

Pemerintah Maduro menjadi semakin terisolasi karena semakin banyak negara menyalahkan pemerintahannya atas krisis ekonomi, yang telah mendorong lebih dari tiga juta orang meninggalkan Venezuela.
(ian)
Berita Terkait
Pakar HI: Penangkapan...
Pakar HI: Penangkapan Maduro Tidak Sesuai dengan Piagam PBB
Gagal Gulingkan Maduro,...
Gagal Gulingkan Maduro, 2 Mantan Tentara AS Divonis 20 Tahun Penjara
Maduro Ditangkap AS,...
Maduro Ditangkap AS, Siapa yang Akan Memimpin Venezuela?
Presiden Maduro Ampuni...
Presiden Maduro Ampuni Ratusan Anggota Parlemen Oposisi Venezeula
Mahkamah Agung Inggris...
Mahkamah Agung Inggris Tolak Klaim Maduro Atas Emas Venezuela
Oposisi Venezuela Bersatu...
Oposisi Venezuela Bersatu Mendukung Edmundo Gonzalez untuk Menumbangkan Nicolas Maduro
Berita Terkini
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
10 menit yang lalu
3 Fakta Kebakaran Bar...
3 Fakta Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Pintu Darurat Terhalang
1 jam yang lalu
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
2 jam yang lalu
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
3 jam yang lalu
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
4 jam yang lalu
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved