Politisi Pidato Politik di Masjid, Sultan di Malaysia Marah

Minggu, 17 Februari 2019 - 00:55 WIB
Politisi Pidato Politik...
Politisi Pidato Politik di Masjid, Sultan di Malaysia Marah
A A A
JOHOR BARU - Seorang sultan di Malaysia marah setelah seorang politisi yang juga menjabat sebagai menteri melakukan pidato politik di dalam sebuah masjid di wilayahnya. Sultan Johor Ibrahim Ibni Almarhum Sultan Iskandar menegaskan bahwa aturan di wilayahnya melarang masjid jadi tempat untuk kegiatan politik.

Sultan Ibrahim memperingatkan bahwa peraturan tersebut berlaku untuk semua masjid di negara bagian Malaysia itu. Menurutnya, area di dalam maupun di sekitar bangunan masjid adalah lokasi terlarang untuk kegiatan politik kecuali mendapat persetujuan dari Dewan Agama Islam Johor (MAINJ).

Sang Sultan tidak menyebut nama dalam melontarkan kemarahannya. Namun, media setempat melaporkan politisi yang melakukan pidato politik di dalam masjid tersebut adalah Datuk Salahuddin Ayub. Dia adalah wakil presiden Parti Amanah Negara yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian dan Agro.

Mengutip The Star, Minggu (17/2/2019), ada video yang menunjukkan politisi tersebut melakukan pidato politik di dalam masjid di Johor. Video berdurasi 45 detik menunjukkan politisi tersebut berpidato politik kepada jemaah sebelum salat Jumat pada 15 Februari 2019.

Sultan Ibrahim mengatakan pemimpin politik terkait harus mencari audiensi dengannya dan mengajukan permintaan maaf tertulis dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan.

"Semua masjid di negara bagian (Johor) adalah daerah terlarang untuk politik sejak lama. Ini adalah tradisi di Johor," katanya.

"Itu adalah tempat ibadah dan untuk menyatukan umat. Segala jenis politik hanya akan membawa perpecahan, memengaruhi kesucian masjid dan kerukunan masyarakat," imbuh Sultan Ibrahim dalam sebuah pernyataan yang di-posting di halaman Facebook-nya, Sabtu, 16 Februari 2019.

Sebelumnya, Sultan Ibrahim menerima audiensi dari penasihat MAINJ Datuk Noh Gadot dan mufti negara bagian Johor Datuk Yahya Ahmad.

Dia memutuskan bahwa semua ketua masjid dan anggota komite harus mematuhi keputusan yang dikeluarkan oleh Departemen Agama Islam Johor, dan harus memastikan bahwa hal seperti itu tidak terjadi lagi.

“Anggap ini peringatan terakhir dan jangan ulangi ini. Saya berharap pemimpin menyadari kesalahan yang telah dibuatnya dan segera meminta maaf," katanya.

"Masjid adalah rumah Allah dan tempat untuk beribadah harus tetap suci bagi semua Muslim," imbuh dia.
(mas)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
28 menit yang lalu
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
1 jam yang lalu
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
1 jam yang lalu
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
2 jam yang lalu
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
2 jam yang lalu
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
3 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved