Australia Buka Lagi Pusat Penahanan Migran di Pulau Christmas

Kamis, 14 Februari 2019 - 10:54 WIB
Australia Buka Lagi...
Australia Buka Lagi Pusat Penahanan Migran di Pulau Christmas
A A A
SYDNEY - Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison menyatakan pemerintah akan membuka lagi pusat penahanan pencari suaka di Pulau Christmas.

Langkah tersebut setelah pemerintah kalah dalam voting di parlemen yang mengizinkan para migran di kamp di pulau terpencil menerima perawatan medis di Australia. Oposisi Partai Buruh dan independen mendukung perubahan undang-undang (UU) imigrasi garis keras untuk memberi hak pada para dokter memindah sekitar 1.000 pria dan wanita dari dua pusat penahanan di Pasifik jika mereka memerlukan perawatan medis.

Amandemen UU itu disetujui Senat kemarin, hingga menjadi pukulan bagi koalisi konservatif yang berkuasa menjelang pemilu Mei.

Morrison menyoroti isu imigrasi. Dia menyatakan, perubahan itu akan menciptakan gelombang baru para pencari suaka dan memaksa pemerintah membuka lagi pusat penahanan di Pulau Christmas, kawasan seluas 1.550 km di baratlaut daratan utama.

“Kami telah menyetujui membuka lagi fasilitas penahanan Pulau Christmas, untuk mengatasi prospek kedatangan dan prospek pemindahan,” papar Morrison di Canberra, dilansir Reuters.

Sebelumnya, para pencari suaka yang dicegat di laut dan dikirim ke sejumlah kamp di Papua Nugini dan Nauru tidak diizinkan menginjakkan kaki di Australia kecuali pemerintah memutuskan mereka memperlukan perawatan darurat.

Menteri Imigrasi Australia David Coleman menjelaskan, perubahan itu akan berlaku beberapa hari lagi saat ribuan para pencari suaka ke Indonesia dan membayar para penyelundup untuk membawa mereka ke Australia menggunakan perahu.

Oposisi menuduh pemerintah menakut-nakuti. Menurut oposisi, perubahan UU itu hanya untuk mereka yang telah ditahan di kamp-kamp di Pasifik. “Legislasi ini untuk kelompok orang di Pulau Manus dan Nauru,” papar Kerryn Phelps, anggota parlemen Australia dari independen.

“Ini tidak akan menarik orang pergi dari tempat mereka dan mencoba melakukan perjalanan ke Australia karena mereka tidak akan dianggap bagian dari legislasi ini,” ujar Phelps.

Fasilitas penahanan Pulau Christmas itu ditutup tahun lalu setelah 10 tahun beroperasi sebagai hasil dari pemilu nasional ketika itu. Pada 2001, PM Australia dari kubu konservatif, John Howard menolak izin untuk kapal Norwegia yang membawa 433 pengungsi yagn diselamatkan untuk memasuki perairan Australia.

Howard menang dalam pemilu kedua dan berkuasa hingga 2007. Setelah dia melepas jabatan, pemerintahan Partai Buruh dari sayap kiri-tengah mulai menahan para pengungsi di Pulau Christmas.

Saat gelombang baru kedatangan migran semakin memperburuk kondisi di kamp penahanan, unjuk rasa terjadi dan merusak citra pemerintah saat itu. Kubu konservatif pun kembali berkuasa pada 2013 akibat kasus itu. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Australia Menyadari...
Australia Menyadari Konsumen China Tak Tergantikan Usai 30 Bulan Konflik
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
2 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
4 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
5 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
7 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
7 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
9 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved