Turki Perintahkan Penahanan lebih dari 1.100 Orang Terkait Kudeta 2016

Selasa, 12 Februari 2019 - 23:28 WIB
Turki Perintahkan Penahanan...
Turki Perintahkan Penahanan lebih dari 1.100 Orang Terkait Kudeta 2016
A A A
ANKARA - Turki telah memerintahkan penahanan terhadap 1.112 orang atas dugaan hubungan dengan upaya kudeta yang gagal pada 2016 lalu. Hal itu diungkapkan sumber dari Kementerian Dalam Negeri Turki.

"Surat perintah dikeluarkan bagi mereka yang diduga memiliki hubungan dengan jaringan ulama Muslim yang berbasis di AS, Fethullah Gulen, yang dituduh mengatur upaya kudeta pada 2016," kata sumber itu seperti dikutip dari CNN, Selasa (12/2/2019).

Sumber itu mengatakan kepada CNN bahwa operasi penangkapan tengah berlangsung di 75 kota di Turki. Menurut kantor berita negara Anadolu, 641 tersangka telah ditangkap sejauh polisi melanjutkan operasi nasional mereka.

Beberapa juga dituduh memiliki peran aktif dalam skandal kecurangan 2010 yang melibatkan ujian yang harus diambil oleh petugas polisi untuk menjadi inspektur polisi. Setidaknya 45 orang yang diduga mendapatkan pertanyaan sebelum mengikuti ujian diduga menjabat di Ankara.

Turki telah membuat perintah penahanan yang sama sejak upaya kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016, di mana sekitar 250 orang tewas, banyak dari mereka warga sipil Turki.

Upaya kudeta, yang dilakukan oleh sebuah faksi militer, di mana tank-tank turun ke jalan-jalan Ankara dan Istanbul, dua kota terbesar di Turki. Bom menghantam gedung parlemen di Ibu Kota dan sebuah helikopter yang dicuri oleh pilot pemberontak ditembak jatuh oleh jet F-16.

Presiden Recep Tayyip Erdogan tengah berada ratusan mil jauhnya di sebuah resor tepi laut ketika kudeta sedang berlangsung, tetapi pada saat dia berbicara kepada bangsa melalui FaceTime beberapa jam kemudian, kudeta itu sudah mulai mereda.

Pada 2017, hampir 500 orang yang dituduh berencana menggulingkan pemerintah Turki muncul dalam pengadilan massal.

Anadolu melaporkan pada saat itu Gulen adalah satu dari tujuh orang yang secara resmi disidang in absentia. Gulen, yang tinggal di pengasingan di Pennsylvania, dengan keras membantah terlibat dalam kudeta tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Timnas Indonesia Dibungkam...
Timnas Indonesia Dibungkam Inggris 0-3 di Piala Dunia Amputasi
Banyak Bangunan Ambruk...
Banyak Bangunan Ambruk Saat Gempa, Turki Tahan 180 Orang
Hikmah di Balik Bencana,...
Hikmah di Balik Bencana, Perbatasan Armenia-Turki Dibuka untuk Pertama Kalinya
Jaga Amanah 106 Tahun,...
Jaga Amanah 106 Tahun, Keluarga Palestina Serahkan Uang Tentara Turki Utsmani
Harapan di Tengah Reruntuhan...
Harapan di Tengah Reruntuhan Gempa Dahsyat Turki-Suriah
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan...
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan ke Turki
Berita Terkini
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
1 jam yang lalu
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
3 jam yang lalu
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
3 jam yang lalu
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
3 jam yang lalu
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
4 jam yang lalu
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
4 jam yang lalu
Infografis
Lebih dari 1 Juta Tentara...
Lebih dari 1 Juta Tentara Ukraina Tewas dan Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved