Jengah Terus Diinvestigasi, Trump Ancam Lumpuhkan Kongres
Rabu, 06 Februari 2019 - 10:32 WIB
Jengah Terus Diinvestigasi, Trump Ancam Lumpuhkan Kongres
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump menyampaikan pidato State of the Union di hadapan DPR Amerika Serikat (AS). Trump pun menggunakan kesempatan itu untuk menyerang aktivitas penyelidikan terhadap pemerintahannya.
Trump mengecam penyelidikan tersebut dengan menyebutnya sebagai investigasi partisan yang konyol. Ia pun mengancam akan menyeret Kongres jika mereka menyelidikinya.
Trump menyinggung penyelidikan terhadap pemerintahannya dalam 10 menit pertama pidatonya. Ia kemudian menyerukan persatuan, memuji para veteran, dan menyerukan era baru dari kerja sama.
Trump tidak menyebut nama Penasihat Khusus Robert Mueller, mantan Direktur FBI yang menjeratnya selama penyelidikan lebih dari satu tahun atau menyebutkan penyelidikan khusus Kongres, seperti penyelidikan Rusia atau upaya untuk mendapatkan pengembalian pajaknya.
"Pada hari Jumat, diumumkan bahwa kami menambah 304.000 pekerjaan untuk bulan lalu saja - hampir dua kali lipat dari yang diharapkan. Sebuah keajaiban ekonomi sedang terjadi di Amerika Serikat dan satu-satunya hal yang dapat menghentikannya adalah perang yang bodoh, politik, atau investigasi partisan yang konyol," kata Trump setelah memuji kemajuan ekonomi.
"Jika akan ada perdamaian dan legislasi, tidak mungkin ada perang dan investigasi. Itu tidak berfungsi seperti itu!" tegas Trump seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (6/2/2019).
Dalam kesempatan itu, Trump pun menyerukan pentingnya persatuan. "Kita harus bersatu di dalam negeri untuk mengalahkan musuh kita di luar negeri," ujarnya seperti dikutip dari Independent.
Trump juga menyinggung masalah apa yang disebutnya penolakan Senat untuk merestui orang yang ditunjuknya.
"Era baru kerja sama ini dapat dimulai dengan akhirnya mengkonfirmasi lebih dari 300 calon dengan kualifikasi tinggi yang masih terjebak di Senat,dalam beberapa kasus bahkan menunggu selama bertahun-tahun. Ini tidak bisa dibenarkan," ucap Trump.
"Senat telah gagal untuk bertindak atas nominasi ini, yang tidak adil pada nominasi dan sangat tidak adil bagi negara kita," tukasnya.
Trump mengecam penyelidikan tersebut dengan menyebutnya sebagai investigasi partisan yang konyol. Ia pun mengancam akan menyeret Kongres jika mereka menyelidikinya.
Trump menyinggung penyelidikan terhadap pemerintahannya dalam 10 menit pertama pidatonya. Ia kemudian menyerukan persatuan, memuji para veteran, dan menyerukan era baru dari kerja sama.
Trump tidak menyebut nama Penasihat Khusus Robert Mueller, mantan Direktur FBI yang menjeratnya selama penyelidikan lebih dari satu tahun atau menyebutkan penyelidikan khusus Kongres, seperti penyelidikan Rusia atau upaya untuk mendapatkan pengembalian pajaknya.
"Pada hari Jumat, diumumkan bahwa kami menambah 304.000 pekerjaan untuk bulan lalu saja - hampir dua kali lipat dari yang diharapkan. Sebuah keajaiban ekonomi sedang terjadi di Amerika Serikat dan satu-satunya hal yang dapat menghentikannya adalah perang yang bodoh, politik, atau investigasi partisan yang konyol," kata Trump setelah memuji kemajuan ekonomi.
"Jika akan ada perdamaian dan legislasi, tidak mungkin ada perang dan investigasi. Itu tidak berfungsi seperti itu!" tegas Trump seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (6/2/2019).
Dalam kesempatan itu, Trump pun menyerukan pentingnya persatuan. "Kita harus bersatu di dalam negeri untuk mengalahkan musuh kita di luar negeri," ujarnya seperti dikutip dari Independent.
Trump juga menyinggung masalah apa yang disebutnya penolakan Senat untuk merestui orang yang ditunjuknya.
"Era baru kerja sama ini dapat dimulai dengan akhirnya mengkonfirmasi lebih dari 300 calon dengan kualifikasi tinggi yang masih terjebak di Senat,dalam beberapa kasus bahkan menunggu selama bertahun-tahun. Ini tidak bisa dibenarkan," ucap Trump.
"Senat telah gagal untuk bertindak atas nominasi ini, yang tidak adil pada nominasi dan sangat tidak adil bagi negara kita," tukasnya.
(ian)