Senat AS Sahkan RUU Pro Israel

Rabu, 06 Februari 2019 - 09:23 WIB
Senat AS Sahkan RUU...
Senat AS Sahkan RUU Pro Israel
A A A
WASHINGTON - Senat Amerika Serikat (AS) mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) kebijakan Timur Tengah. Undang-undang itu termasuk tindakan yang memungkinkan negara untuk menjatuhkan hukuman bagi bisnis yang ambil bagian dalam boikot Israel dan menentang rencana penarikan pasukan dari Suriah.

Senat mendukung Penguatan Keamanan Amerika di Undang-Undang Timur Tengah dengan dukungan 77 berbanding 23. Undang-undang ini disahkan beberapa jam sebelum Trump menyampaikan pidato tahunan State of the Union yang membahas kebijakannya untuk tahun ini seperti dikutip dari Reuters, Rabu (6/2/2019).

Trump diperkirakan akan membahas kebijakan luar negeri dalam pidato di sesi bersama Kongres, termasuk menyatakan kelompok militan Negara Islam (ISIS) telah berhasil dikalahkan.

Banyak anggota Kongres, termasuk beberapa rekan Trump dari Partai Republik, sangat tidak setuju dengan rencana yang diumumkan Trump pada bulan Desember untuk menarik 2.000 tentara AS dari Suriah dengan alasan bahwa kelompok militan itu tidak lagi menjadi ancaman.

Pemimpin Mayoritas Senat Republik Mitch McConnell, yang berbeda pendapat dengan Trump, memperkenalkan RUU tidak mengikat ini. RUU tersebut mengakui kemajuan dalam menghadapi Negara Islam dan al-Qaeda di Suriah serta Afghanistan tetapi memperingatkan bahwa "penarikan cepat" pasukan AS bisa membuat tidak stabil wilayah itu dan menciptakan ruang hampa yang bisa diisi oleh Iran atau Rusia.

RUU itu juga meminta pemerintahan Trump untuk menyatakan persyaratan telah dipenuhi untuk "kekalahan abadi" kelompok sebelum penarikan signifikan dari Suriah atau Afghanistan.

RUU ini juga mencakup ketentuan yang didukung oleh Partai Republik dan Demokrat untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Suriah dan menjamin bantuan keamanan untuk Israel dan Yordania. Ketentuan itu dipandang sebagai upaya untuk meyakinkan sekutu yang khawatir tentang perubahan kebijakan AS, termasuk rencana Trump di Suriah.

Untuk menjadi undang-undang, bagaimanapun, RUU itu harus melewati Dewan Perwakilan Rakyat yang dikontrol Demokrat, di mana ia tidak akan bergerak tanpa perubahan signifikan karena kekhawatiran tentang ketentuan yang membahas gerakan "Boikot, Divestasi dan Sanksi" yang ditargetkan pada perlakuan Israel terhadap orang-orang Palestina.

Penentang ketentuan itu berpendapat bahwa partisipasi Amerika dalam boikot dilindungi oleh hak konstitusional untuk kebebasan berbicara.
(ian)
Berita Terkait
Apa Hubungan Amerika...
Apa Hubungan Amerika Serikat dengan Israel?
Pendudukan Kembali Gaza...
Pendudukan Kembali Gaza Pascaperang Israel-Hamas Ditolak Amerika Serikat
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
Kenapa Presiden Amerika...
Kenapa Presiden Amerika Serikat Selalu Pro-Israel?
Paul Findley: Amerika...
Paul Findley: Amerika Serikat adalah Dermawan Israel
Amerika Serikat dan...
Amerika Serikat dan Israel Digempur Serangan DDoS
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
2 jam yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
3 jam yang lalu
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
4 jam yang lalu
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
5 jam yang lalu
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
6 jam yang lalu
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
6 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved