Peringatkan Soal Kemungkinan Perang Saudara, Guaido Cemooh Maduro

Selasa, 05 Februari 2019 - 12:11 WIB
Peringatkan Soal Kemungkinan...
Peringatkan Soal Kemungkinan Perang Saudara, Guaido Cemooh Maduro
A A A
CARACAS - Pemimpin oposisi Venezuela , Juan Guaido, menolak peringatan Presiden Nicolas Maduro jika krisis politik di negara itu dapat memicu perang saudara. Maduro mengatakan bahwa apakah akan ada perang tergantung pada kegilaan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.

Baca: Maduro Anggap Dirinya seperti Yesus, Peringatkan Trump Berlumur Darah

Namun Guaido menolak pernyataan Maduro dengan menyebutnya sebagai isapan jempol belaka.

"Tidak ada kemungkinan perang saudara di Venezuela, itu hanyalah rekaan Maduro," ujarnya saat berpidato seperti dikutip dari BBC, Selasa (5/2/2019).

Guaido juga menuduh pemerintah Maduro berusaha untuk melarikan Rp21,8 triliun dana publik ke Uruguay tanpa memberikan bukti.

Dalam pidatonya Guaido, yang mencoba mengatur pengiriman bantuan, mengatakan militer menghadapi pilihan penting ketika bantuan tiba di perbatasan.

Perwakilan Guaido akan menjadi tuan rumah pembicaraan darurat mengenai pengiriman bantuan pada konferensi 14 Februari mendatang di Washington, lapor AFP. Maduro sendiri telah menolak bantuan asing ke Venezuela dengan mengatakan itu akan menjadi dalih untuk intervensi militer.

Tekanan terus tumbuh kepada Maduro ketika lebih dari setengah negara yang membentuk Uni Eropa (UE) mengakui Guaido sebagai pemimpin sementara. Pengakuan ini sebagai buntut dari penolakan tenggat waktu yang ditetapkan oleh Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol dan negara lainnya agar Maduro untuk mengadakan pemilu baru.

Baca: Eropa Ultimatum Maduro: Gelar Pemilu Baru Venezuela dalam 8 Hari!

Setidaknya 17 negara UE secara resmi mengakui Guaido sebagai presiden sementara Venezuela. Banyak yang mengeluarkan pernyataan mendesak Maduro untuk mengadakan pemilu baru. Negara-negara UE lainnya, seperti Yunani dan Irlandia, telah menyerukan pemilu baru tetapi tidak mengakui Guaido.

Maduro mempertahankan sekutu yang kuat, terutama China dan Rusia, yang menuduh negara-negara UE mencampuri urusan Venezuela dan berusaha untuk "melegitimasi kekuasaan yang dirampas".

Presiden Venezuela juga mempertahankan dukungan penting dari militer.

Maduro, yang menjabat pada tahun 2013 setelah kematian Hugo Chavez, telah dikutuk karena dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan karena penanganannya terhadap ekonomi.

Ada kekurangan parah barang-barang dasar seperti obat-obatan dan makanan, dan tingkat inflasi yang tahun lalu rata-rata membuat harga dua kali lipat setiap 19 hari.

Banyak orang memilih meninggalkan Venezuela. Menurut angka PBB, tiga juta orang Venezuela telah meninggalkan negara itu sejak 2014 ketika krisis ekonomi mulai menggigit negara anggota OPEC itu.
(ian)
Berita Terkait
Pakar HI: Penangkapan...
Pakar HI: Penangkapan Maduro Tidak Sesuai dengan Piagam PBB
Gagal Gulingkan Maduro,...
Gagal Gulingkan Maduro, 2 Mantan Tentara AS Divonis 20 Tahun Penjara
Maduro Ditangkap AS,...
Maduro Ditangkap AS, Siapa yang Akan Memimpin Venezuela?
Presiden Maduro Ampuni...
Presiden Maduro Ampuni Ratusan Anggota Parlemen Oposisi Venezeula
Mahkamah Agung Inggris...
Mahkamah Agung Inggris Tolak Klaim Maduro Atas Emas Venezuela
Oposisi Venezuela Bersatu...
Oposisi Venezuela Bersatu Mendukung Edmundo Gonzalez untuk Menumbangkan Nicolas Maduro
Berita Terkini
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
11 menit yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
1 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
2 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
3 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
4 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved