10 Ribu Warga Palestina Lakukan Protes di Perbatasan Gaza, 24 Terluka
Jum'at, 01 Februari 2019 - 23:47 WIB
10 Ribu Warga Palestina Lakukan Protes di Perbatasan Gaza, 24 Terluka
A
A
A
GAZA - Sekitar 10.000 warga Palestina ambil bagian dalam aksi protes keras di sepanjang perbatasan Gaza pada hari Jumat. Mereka membakar ban dan melemparkan batu serta alat peledak ke tentara IDF Israel . Pasukan IDF pun menanggapi aksi para demonstran dengan menembakkan gas air mata dan sesekali tembakan langsung.
Kementerian kesehatan yang dioperasionalkan oleh Hamas di Gaza mengatakan 23 demonstran terluka oleh tembakan langsung dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Israel di sepanjang perbatasan dan seorang paramedis perempuan dipukul di muka dengan tabung gas air mata seperti disitir dari Times of Israel, Jumat (1/2/2019).
Protes mingguan ini terjadi bersamaan dengan kedatangan delegasi keamanan Mesir di Jalur Gaza. Mereka akan bertemu dengan para pemimpin Hamas guna membahas upaya agar wilayah kantong yang berada di pesisir pantai itu tetap tenang.
Sejumlah laporan mengatakan delegasi keamanan Mesir dipimpin oleh Ahmed Abdelkhaliq, pejabat di Badan Intelijen Umum Mesir yang bertanggung jawab atas urusan Palestina.
Selama beberapa bulan terakhir, Mesir, koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah Nikolay Mladenov dan Qatar telah bekerja untuk menjaga ketenangan di Gaza dan mencegah gejolak antara Israel dengan militan di Jalur Gaza.
Pekan lalu, ketegangan antara Israel dan kelompok militan di Gaza meningkat setelah seorang penembak jitu Palestina menembaki sekelompok tentara IDF. Peluru menghantam helm seorang perwira dan membuatnya mengalami luka ringan, kata pihak militer Israel pada saat itu.
IDF menambahkan bahwa sebagai tanggapan atas insiden itu, mereka menyerang sebuah pos pengamatan milik Hamas di Gaza timur, dekat kamp pengungsi Bureij. Sayap bersenjata kelompok itu, Brigade Izz ad-Din al-Qassam, mengatakan salah satu anggotanya tewas dalam serangan tersebut.
Protes hari Jumat diadakan di berbagai lokasi di sepanjang perbatasan di bawah panji demonstrasi "March of Return" yang sedang berlangsung.
Sejak Maret, Palestina telah mengadakan protes "March of Return" mingguan di perbatasan. Israel menuding kelompok penguasa Gaza, Hamas, telah menggunakan aksi protes itu untuk melakukan serangan terhadap pasukannya dan menembus pagar keamanan.
Israel telah menuntut diakhirinya demonstrasi dengan kekerasan di sepanjang perbatasan dalam perjanjian gencatan senjata.
Aksi demonstrasi itu bertujuan untuk mengembalikan pengungsi Palestina dan keturunan mereka ke tanah yang sekarang menjadi bagian dari Israel. Aksi demontrasi itu juga menekan negara Zionis itu untuk mencabut blokade terhadap Gaza.
Para pejabat Israel berpendapat bahwa kembalinya pengungsi Palestina dan keturunan mereka akan menghancurkan karakter Yahudi Israel. Mereka juga menyatakan bahwa blokade dilakukan untuk mencegah Hamas dan kelompok lainnya menyelundupkan senjata ke Jalur Gaza.
Kementerian kesehatan yang dioperasionalkan oleh Hamas di Gaza mengatakan 23 demonstran terluka oleh tembakan langsung dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Israel di sepanjang perbatasan dan seorang paramedis perempuan dipukul di muka dengan tabung gas air mata seperti disitir dari Times of Israel, Jumat (1/2/2019).
Protes mingguan ini terjadi bersamaan dengan kedatangan delegasi keamanan Mesir di Jalur Gaza. Mereka akan bertemu dengan para pemimpin Hamas guna membahas upaya agar wilayah kantong yang berada di pesisir pantai itu tetap tenang.
Sejumlah laporan mengatakan delegasi keamanan Mesir dipimpin oleh Ahmed Abdelkhaliq, pejabat di Badan Intelijen Umum Mesir yang bertanggung jawab atas urusan Palestina.
Selama beberapa bulan terakhir, Mesir, koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah Nikolay Mladenov dan Qatar telah bekerja untuk menjaga ketenangan di Gaza dan mencegah gejolak antara Israel dengan militan di Jalur Gaza.
Pekan lalu, ketegangan antara Israel dan kelompok militan di Gaza meningkat setelah seorang penembak jitu Palestina menembaki sekelompok tentara IDF. Peluru menghantam helm seorang perwira dan membuatnya mengalami luka ringan, kata pihak militer Israel pada saat itu.
IDF menambahkan bahwa sebagai tanggapan atas insiden itu, mereka menyerang sebuah pos pengamatan milik Hamas di Gaza timur, dekat kamp pengungsi Bureij. Sayap bersenjata kelompok itu, Brigade Izz ad-Din al-Qassam, mengatakan salah satu anggotanya tewas dalam serangan tersebut.
Protes hari Jumat diadakan di berbagai lokasi di sepanjang perbatasan di bawah panji demonstrasi "March of Return" yang sedang berlangsung.
Sejak Maret, Palestina telah mengadakan protes "March of Return" mingguan di perbatasan. Israel menuding kelompok penguasa Gaza, Hamas, telah menggunakan aksi protes itu untuk melakukan serangan terhadap pasukannya dan menembus pagar keamanan.
Israel telah menuntut diakhirinya demonstrasi dengan kekerasan di sepanjang perbatasan dalam perjanjian gencatan senjata.
Aksi demonstrasi itu bertujuan untuk mengembalikan pengungsi Palestina dan keturunan mereka ke tanah yang sekarang menjadi bagian dari Israel. Aksi demontrasi itu juga menekan negara Zionis itu untuk mencabut blokade terhadap Gaza.
Para pejabat Israel berpendapat bahwa kembalinya pengungsi Palestina dan keturunan mereka akan menghancurkan karakter Yahudi Israel. Mereka juga menyatakan bahwa blokade dilakukan untuk mencegah Hamas dan kelompok lainnya menyelundupkan senjata ke Jalur Gaza.
(ian)