Minggu Depan, Trump Umumkan Tanggal dan Lokasi KTT dengan Kim Jong-un

Jum'at, 01 Februari 2019 - 07:17 WIB
Minggu Depan, Trump...
Minggu Depan, Trump Umumkan Tanggal dan Lokasi KTT dengan Kim Jong-un
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ia akan mengumukan lokasi dan tanggal pertemuan puncak keduanya dengan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un minggu depan. Pertemuan itu direncanakan akan berlangsung pada akhir Februari.

"Mereka sangat menginginkan pertemuan itu," kata Trump kepada wartawan, dan dia menegaskan bahwa pemerintahannya telah membuat kemajuan luar biasa untuk menahan ambisi nuklir Korut.

Trump kemudian mengatakan bahwa sebelum ia menjabat pada Januari 2017, AS dan Korut sepertinya akan berperang.

"Sekarang, tidak ada pengujian rudal. Tidak ada pengujian roket, tidak ada pengujian nuklir. Kami mendapatkan kembali tahanan kami, sandera kami. Kami akan mengembalikan sisa jasad tentara kami," ujarnya seperti dikutip dari AP, Jumat (1/2/2019).

Sementara itu Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, yang telah memimpin upaya diplomatik dengan Korut, mengirim tim ke Asia untuk membuat persiapan bagi KTT kedua Trump-Kim Jong-un. Ia belum mengidentifikasi tempat pertemuan. Vietnam telah dipertimbangkan, bersama dengan Thailand, Hawaii dan Singapura.

Orang penting Pompeo di Korut, Stephen Biegun, berencana untuk melakukan perjalanan ke Korea Selatan akhir pekan ini.

"Dia diharapkan untuk bertemu para pejabat Korea Utara guna membahas langkah-langkah selanjutnya untuk memajukan tujuan kami mengenai denuklirisasi Korea Utara yang sepenuhnya diverifikasi," kata Departemen Luar Negeri AS.

"Pemerintah siap untuk bergerak secara simultan dan paralel dengan Korut dalam mencapai tujuan," menurut kutipan yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri merujuk pada pernyataan yang disiapkan Biegun untuk pidato di Universitas Stanford.

Tetapi Biegun menekankan bahwa denuklirisasi tidak dapat terjadi tanpa Korut terlebih dahulu menghadirkan jumlah terperinci fasilitas nuklir dan misilnya sehingga pembongkaran mereka berdasarkan kesepakatan akhirnya dapat diverifikasi.

"Korea Utara juga harus setuju untuk meminta ahli pelucutan senjata memeriksa fasilitasnya untuk memastikan bahwa mereka tidak lagi dapat digunakan," ujarnya.

Deklarasi dan akses semacam itu bagi para inspektur telah menjadi poin yang sulit diselesaikan di masa lalu. Korut menolak dengan keras untuk menyerahkan jumlah situs nuklir yang dimilikinya dan menuntut agar AS mengurangi sanksi sebelum membuat konsesi apa pun.

AS telah berulang kali mengatakan bahwa sanksi akan tetap berlaku sampai denuklirisasi selesai, meskipun telah membuka opsi untuk mengambil tindakan membangun kepercayaan lainnya, termasuk jaminan keamanan potensial.
(ian)
Berita Terkait
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Pompeo Tampik Kemungkinan...
Pompeo Tampik Kemungkinan Pertemuan Trump-Kim Jong-un
Trump Sebut Kim Jong-un...
Trump Sebut Kim Jong-un Mengaku Telah Bunuh Pamannya
Trump Buka Kemungkinan...
Trump Buka Kemungkinan Kembali Bertemu dengan Kim Jong-un
Soal Pertemuan dengan...
Soal Pertemuan dengan Trump, Ini Kata Adik Kim Jong-un
Trump Bantah Laporan...
Trump Bantah Laporan yang Menyebut Kim Jong Un Sakit Parah
Berita Terkini
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
25 menit yang lalu
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
2 jam yang lalu
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
3 jam yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
3 jam yang lalu
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
5 jam yang lalu
Infografis
Trump: Bergaul dengan...
Trump: Bergaul dengan Rusia dan Korut Bukan Hal yang Buruk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved