Kaki Tangan Maduro Ancam Keluarga Pemimpin Oposisi Venezuela
Jum'at, 01 Februari 2019 - 06:44 WIB
Kaki Tangan Maduro Ancam Keluarga Pemimpin Oposisi Venezuela
A
A
A
CARACAS - Pemimpin oposisi Venezuela , Juan Guaido mengatakan, pasukan elit keamanan telah memasuki rumahnya untuk mengancam keluarganya. Ia pun menyalahkan pemerintah Nicolas Maduro ketika dukungan internasional tumbuh atas upayanya guna menggulingkan presiden Venezuela itu.
Langkah ini meningkatkan kekhawatiran bagi keamanan pemimpin Majelis Nasional berusia 35 tahun tersebut. Minggu lalu, Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sebagai bentuk tantangan langsung terhadap otoritas Maduro.
Saat berpidato di sebuah universitas di Caracas, Guaido mengatakan pasukan khusus polisi Venezuela, FAES, menyambangi kediamannya untuk menanyai istrinya Fabiana Rosales.
"FAES ada di rumah saya, menanyai Fabiana. Pada saat ini kediktatoran percaya bahwa itu akan mengintimidasi kita," kata Guaido seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (1/2/2019).
Beberapa pemimpin oposisi telah dipenjara dalam beberapa tahun terakhir ketika Maduro menindak para pembangkang di negara Amerika Latin itu.
Sebelumnya, anggota parlemen Eropa mengakui Guaido sebagai presiden sementara Venezuela. Pengakuan ini adalah langkah maju dalam upayanya untuk mengusir pemimpin sosialis yang telah memimpin keruntuhan ekonomi negara kaya minyak itu.
Baca: Resmi, Parlemen Eropa Akui Guaido Presiden Sementara Venezuela
Sementara tengah mengumpulkan dukungan internasional, Guaido berusaha untuk mempertahankan tekanan jalanan terhadap Maduro di dalam negeri. Guaido menyerukan lebih banyak aksi protes massa untuk hari Sabtu - menjaganya agar tetap kuat di jajaran pemerintah.
Mahkamah Agung Venezuela - yang didominasi oleh loyalis Maduro - telah membekukan asetnya dan memerintahkannya untuk tidak meninggalkan negara itu.
Baca: Rezim Maduro Cekal dan Bekukan Rekening Juan Guaido
Langkah ini meningkatkan kekhawatiran bagi keamanan pemimpin Majelis Nasional berusia 35 tahun tersebut. Minggu lalu, Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sebagai bentuk tantangan langsung terhadap otoritas Maduro.
Saat berpidato di sebuah universitas di Caracas, Guaido mengatakan pasukan khusus polisi Venezuela, FAES, menyambangi kediamannya untuk menanyai istrinya Fabiana Rosales.
"FAES ada di rumah saya, menanyai Fabiana. Pada saat ini kediktatoran percaya bahwa itu akan mengintimidasi kita," kata Guaido seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (1/2/2019).
Beberapa pemimpin oposisi telah dipenjara dalam beberapa tahun terakhir ketika Maduro menindak para pembangkang di negara Amerika Latin itu.
Sebelumnya, anggota parlemen Eropa mengakui Guaido sebagai presiden sementara Venezuela. Pengakuan ini adalah langkah maju dalam upayanya untuk mengusir pemimpin sosialis yang telah memimpin keruntuhan ekonomi negara kaya minyak itu.
Baca: Resmi, Parlemen Eropa Akui Guaido Presiden Sementara Venezuela
Sementara tengah mengumpulkan dukungan internasional, Guaido berusaha untuk mempertahankan tekanan jalanan terhadap Maduro di dalam negeri. Guaido menyerukan lebih banyak aksi protes massa untuk hari Sabtu - menjaganya agar tetap kuat di jajaran pemerintah.
Mahkamah Agung Venezuela - yang didominasi oleh loyalis Maduro - telah membekukan asetnya dan memerintahkannya untuk tidak meninggalkan negara itu.
Baca: Rezim Maduro Cekal dan Bekukan Rekening Juan Guaido
(ian)