Saudi Akhiri Operasi Sapu Bersih Korupsi, Raup Rp1.497 Triliun

Kamis, 31 Januari 2019 - 11:09 WIB
Saudi Akhiri Operasi...
Saudi Akhiri Operasi Sapu Bersih Korupsi, Raup Rp1.497 Triliun
A A A
RIYADH - Otoritas berwenang Arab Saudi mengakhiri operasi "sapu bersih" korupsi yang diluncurkan pada 2017 dengan menangkap ratusan pangeran, taipan, dan pebisnis. Operasi oleh Komite Anti-Korupsi yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman ini telah meraup lebih dari 400 miliar riyal Saudi (lebih dari Rp1.497 triliun) dalam bentuk uang tunai, real estate dan aset lainnya.

Kantor berita Saudi, SPA, yang mengutip para pejabat kerajaan telah mengumumkan akhir dari operasi anti-korupsi yang pernah mendapat sorotan masyarakat internasional tersebut.

Para pejabat mengatakan penyelesaian dicapai dengan 87 orang mengaku melakukan seperti yang dituduhkan. Delapan orang lainnya menolak tuduhan dan telah dirujuk ke jaksa penuntut umum.

Selain itu, sebanyak 56 kasus lainnya belum diselesaikan karena tuntutan pidana belum diselesaikan.

Tindakan keras ini diluncurkan Pangeran Mohammed—putra Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud—pada bulan November 2017. Lebih dari 200 pangeran, menteri, dan pejabat bisnis telah ditahan, di mana banyak di antara mereka ditahan di hotel-hotel di Riyadh, termasuk Ritz-Carlton.

Nilai hasil operasi yang diterima kerajaan itu berasal dari data pengadilan. Operasi yang diwarnai penangkapan massal itu terjadi hanya beberapa hari setelah Saudi menjadi tuan rumah KTT investasi internasional perdana di Riyadh.

Di antara para tahanan terkemuka adalah Pangeran Alwaleed bin Talal; investor paling terkenal di Arab Saudi, dan Pangeran Mutaib al-Saud; mantan kepala Garda Nasional negara itu.

Para kritikus menyebut kampanye anti-korupsi itu sebagai penggeledahan dan permainan kekuasaan oleh Pangeran Mohammed. Operasi itu telah meresahkan beberapa investor asing yang dia rujuk untuk mendiversifikasi ekonominya menjauh dari minyak.

"Komite telah menyelesaikan tujuannya, dan karenanya, Yang Mulia Putra Mahkota meminta persetujuan dari Penjaga Dua Masjid Suci untuk menyelesaikan tugasnya. Penjaga Dua Masjid Suci telah menyetujui permintaan ini," bunyi pernyataan Komite Anti-Korupsi Saudi, dikutip Reuters, Kamis (31/1/2019).
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Punya Bakat dan Keahlian...
Punya Bakat dan Keahlian Unik? Arab Saudi Tarik Pemuda Berbakat dengan Paket Bebas Pajak
Arab Saudi Larang Penggunaan...
Arab Saudi Larang Penggunaan Simbol Negara dan Agama untuk Kepentingan Komersial
Saudi Makin Liberal,...
Saudi Makin Liberal, Band Metal Manggung Habis-habisan di Jeddah
Rayakan Hari Nasional,...
Rayakan Hari Nasional, Saudi Gelar Pesta Kembang Api
3 Alasan Rakyat Arab...
3 Alasan Rakyat Arab Saudi Ikut Berduka dengan Kematian Sleeping Prince
Berita Terkini
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
1 jam yang lalu
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
2 jam yang lalu
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
2 jam yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
4 jam yang lalu
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
5 jam yang lalu
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
5 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved