Taliban Lanjutkan Perundingan dengan AS Pasca Serang Pangkalan Militer

Selasa, 22 Januari 2019 - 10:47 WIB
Taliban Lanjutkan Perundingan...
Taliban Lanjutkan Perundingan dengan AS Pasca Serang Pangkalan Militer
A A A
KABUL - Kelompok militan Taliban mengeluarkan pernyataan bahwa mereka telah memulai kembali perundingan dengan para diplomat Amerika Serikat (AS) di Doha, Qatar. Pernyataan itu dikeluarkan pasca serangan mematikan di Wardak dan ditengah mandeknya pembicaraan damai selama berminggu-minggu.

"Menyusul penerimaan Amerika atas agenda untuk mengakhiri invasi ke Afghanistan dan mencegah Afghanistan digunakan terhadap negara-negara lain di masa depan, pembicaraan dengan perwakilan Amerika berlangsung hari ini di Doha," kata juru bicara Taliban dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari New York Times, Selasa (22/1/2019).

Sebelumnya, Taliban melancarkan serangan di kampus Direktorat Keamanan Nasional (NDS) pada Senin kemarin. Serangan ini adalah serangan terbaru dari serangkaian serangan mematikan dalam beberapa bulan terakhir oleh Taliban, yang telah menguasai sekitar setengah dari Afghanistan. Sejumlah pejabat mengatakan serangan itu menewaskan lebih dari 100 orang.

Pembicaraan damai saat ini difokuskan antara Taliban dan AS. Ini membuat pemerintah Afghanistan frustasi karena merasa terpinggirkan.

Taliban telah mengatakan mereka ingin perjanjian dengan AS mengenai masa depan pasukan Amerika di negara itu. Mereka juga menuntut pembebasan para tahanan Taliban sebelum mereka membahas mengenai nasib negara itu dengan pemerintah Afghanistan.

Pada bulan Desember, pemerintahan Trump memerintahkan militer untuk memulai rencana untuk menarik sekitar 7.000 tentara AS dari Afghanistan dalam beberapa bulan mendatang. Langkah ini tampaknya tidak terkoordinasi dengan para perunding Amerika dan mengejutkan para diplomat Barat di Afghanistan.

Namun hingga saat ini penarikan belum dimulai, dan pejabat Departemen Pertahanan AS belum dapat mengklarifikasi berapa banyak pasukan yang akan meninggalkan negara itu atau waktunya.

Komandan tinggi AS di Afghanistan, serta para jenderal senior Amerika yang berkunjung, telah mengecilkan anggapan bahwa penarikan itu sudah dekat.
(ian)
Berita Terkait
Gubernur Perempuan Afghanistan...
Gubernur Perempuan Afghanistan Dilaporkan Ditangkap Taliban
Potret Anak-anak Anggota...
Potret Anak-anak Anggota Taliban Tenteng Senjata di Tengah Salju
Tokoh Senior Taliban...
Tokoh Senior Taliban Tiba di Afghanistan dari Tempat Pengasingan
Drama Evakuasi Timnas...
Drama Evakuasi Timnas Bola Wanita Afghanistan Menghindar dari Taliban
Hidup Afghanistan, Kibarkan...
'Hidup Afghanistan', Kibarkan Bendera Nasional Warga Afghanistan Menentang Taliban
Taliban Kuasai Kabul,...
Taliban Kuasai Kabul, Ribuan Warga Afghanistan Serbu Bandara untuk Melarikan Diri
Berita Terkini
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
39 menit yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
2 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
2 jam yang lalu
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
3 jam yang lalu
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
4 jam yang lalu
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved