Perang Geng Meksiko Pecah Dekat Perbatasan AS, 21 Tewas

Jum'at, 11 Januari 2019 - 08:16 WIB
Perang Geng Meksiko...
Perang Geng Meksiko Pecah Dekat Perbatasan AS, 21 Tewas
A A A
REYNOSA - Otoritas Meksiko tengah menyelidiki perang anta dua gerombolan yang diduga menewaskan hingga 21 orang. Perang mengerikan itu terjadi di sebuah kota perbatasan dekat tempat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkunjung untuk memenangkan dukungan bagi rencananya untuk membangun tembok.

Para pejabat negara Tamaulipas mengatakan bahwa 21 mayat ditemukan pada Rabu di kota Ciudad Miguel Aleman. "Tujuh belas dibakar," kata mereka seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/1/2019).

Foto-foto yang dibagikan kepada Reuters oleh seorang pejabat negara menunjukkan mayat-mayat hangus. Mereka tersebar di sepanjang jalan tanah di semak belukar, di samping kendaraan yang terbakar.

Satu tubuh mengenakan sisa topi baseball bertuliskan huruf dan logo Kartel Teluk, sementara yang lain mengenakan sisa rompi anti peluru dengan lencana yang sama.

Perang antara Kartel Teluk dan saingan utamanya, Zetas, telah menjadi sumber utama pertumpahan darah selama beberapa tahun terakhir di Tamaulipas, salah satu negara paling kejam di Meksiko.

Luis Rodriguez, juru bicara kepolisian negara bagian, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tampaknya orang-orang bersenjata dari Kartel Gulf telah bertempur dengan para anggota Kartel Timur Laut, sebuah kelompok yang memisahkan diri dari Zetas.

Irving Barrios, jaksa agung negara bagian, mengatakan dalam sebuah wawancara radio bahwa pihak berwenang menemukan senjata semi-otomatis dan kendaraan anti peluru di lokasi tersebut.

"Daerah itu "sangat diperebutkan" oleh para penyelundup senjata dan obat-obatan terlarang serta mereka yang membantu para migran tidak berdokumen untuk menyeberang ke Amerika Serikat," katanya.

Puluhan ribu orang telah terbunuh di Meksiko selama bertahun-tahun pertempuran antara pasukan keamanan dan kartel yang bertikai soal perdagangan narkoba, pemerasan, dan eksploitasi migran.

Trump sendiri sedang mengunjungi McAllen, Texas pada Kamis sore, sekitar 90 kilometer dari Ciudad Miguel Aleman, di seberang sungai Rio Grande, guna menggalang dukungan untuk tembok perbatasan. Ia mengancam akan menggunakan kekuatan situasi darurat untuk mengkangkangi Kongres dan mendapatkan miliaran dolar untuk membayar tembok.

Ia membenarkan permintaan itu dengan mengatakan bahwa migran tidak berdokumen, penjahat, dan obat-obatan terlarang telah mengalir melintasi perbatasan. Statistik menunjukkan imigrasi ilegal telah turun ke level terendah selama 20 tahun, sementara banyak obat-obatan terlarang diyakini masuk melalui pintu masuk yang sah.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat Kembalikan...
Amerika Serikat Kembalikan Monster Bumi ke Meksiko
Kalahkan Meksiko, Amerika...
Kalahkan Meksiko, Amerika Serikat Rajai CONCACAF Nations League 2021
Patung Raksasa Monster...
Patung Raksasa Monster Bumi Zaman Olmec Ditemukan di Amerika Serikat
Taklukkan Meksiko, Amerika...
Taklukkan Meksiko, Amerika Serikat Kampiun Piala Emas 2021
Hasil Meksiko vs Amerika...
Hasil Meksiko vs Amerika Serikat: Imbang, AS Jaga Asa Lolos ke Piala Dunia 2022
Tak Laku Dijual, Jet...
Tak Laku Dijual, Jet Mewah Kepresidenan Meksiko Dipulangkan dari AS
Berita Terkini
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
59 menit yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
1 jam yang lalu
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
2 jam yang lalu
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
3 jam yang lalu
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
4 jam yang lalu
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
5 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved