Abbas Desak Trump Taati Hukum Internasional

Rabu, 26 Desember 2018 - 16:20 WIB
Abbas Desak Trump Taati...
Abbas Desak Trump Taati Hukum Internasional
A A A
RAMALLAH - Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mematuhi resolusi hukum internasional sehubungan dengan konflik Palestina-Israel.

"Pada tahun lalu, Trump telah melakukan inisiatif dalam pelanggaran total hukum internasional ketika ia mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem," katanya saat misa Natal di Betlehem seperti dilansir dari Asharq Al-Awsat, Rabu (26/12/2018).

Ia juga menunjuk keputusan Trump untuk menghukum semua pengungsi dengan memotong dana bantuan AS ke badan bantuan Palestina, UNRWA, dan jelas-jelas mendukung pembangunan pemukimann Yahudi.

"Kami mengatakan kepadanya bahwa kami tidak dapat menerima ini. Kami ingin Trump membatalkan ini dan menerapkan hukum internasional," ujar Abbas.

"Kami bukan musuh siapa pun dan kami bukan musuh Amerika," tegasnya, seraya menambahkan bahwa Palestina menginginkan persahabatan dan hubungan baik dengan Amerika.

“Namun, AS harus berurusan dengan kita dengan cara yang adil. Kami tidak meminta lebih dari itu,” cetus Abbas.

Abbas juga menekankan komitmennya pada upaya perdamaian dan meninggalkan kekerasan dan terorisme, menunjuk pada penandatanganan 83 protokol keamanan untuk memerangi terorisme dengan negara-negara dunia, termasuk Amerika Serikat.

Pidatonya sejalan dengan posisinya, yang menyerukan agar Amerika Serikat tidak menjadi mediator dalam proses perdamaian Palestina-Israel menyusul keputusan Trump untuk memindahkan kedutaan negaranya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Missa tersebut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Yordania Samir Mubaidin, Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah, sejumlah menteri, pejabat senior, kepala keamanan dan beberapa warga negara.

Pada kesempatan yang sama, Uskup Agung dan Administrator Kerasulan Patriarki Latin Yerusalem Uskup Pierre Batista Pizzaballa meminta Palestina untuk tidak meninggalkan tanah mereka.

Pizzaballa mengadakan misa dengan partisipasi sejumlah uskup, tokoh patriarki senior, sejumlah umat paroki, delegasi diplomatik, dan pengunjung dari berbagai negara yang tiba di Betlehem untuk merayakan acara tersebut.
(ian)
Berita Terkait
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Palestina Sambut Gembira...
Palestina Sambut Gembira Kekalahan Donald Trump di Pemilu AS
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
1 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
2 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
3 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
4 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
5 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
6 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved