Aktivis yang Dituduh Menghina Islam Tewas di Penjara Iran

Senin, 17 Desember 2018 - 14:37 WIB
Aktivis yang Dituduh...
Aktivis yang Dituduh Menghina Islam Tewas di Penjara Iran
A A A
TEHERAN - Seorang aktivis politik yang dipenjara karena pesan-pesannya di media sosial mengkritik rezim Iran tewas setelah mogok makan 60 hari. Meski dia hanya mengkritik rezim Teheran, pengadilan memenjarakannya atas tuduhan menghina Islam.

Tuduhan terbaru lain yang dikenakan pada aktivis bernama Vahid Sayadi Nasiri, 37, itu adalah menghina Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei.

Nasiri sejatinya sudah dibebaskan Maret lalu setelah menjalani hukuman lebih dari 2,5 tahun penjara. Namun, dia ditahan lagi lima bulan kemudian.

Menurut Iran Human Rights Monitor, yang dikutip Mirror, Minggu (16/12/2018) malam, dia ditangkap lagi pada 15 September atas tuduhan menghina Khamenei dan membuat propaganda melawan negara.

Kantor berita Iran ISNA mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa Nasiri telah dipenjara dua kali karena menjadi anggota kelompok royalis dan merencanakan tindakan sabotase, termasuk sebuah ledakan.

Mehdi Kaheh, jaksa di kota Qom, sebelumnya mengatakan Nasiri telah menjalani hukuman karena "menghina kesucian Islam".

Dia mulai melakukan mogok makan pada bulan Oktober sebagai protes atas kondisi pemenjaraannya, termasuk tak diberikan akses ke pengacara dan sering diserang oleh sesama narapidana.

Dia meninggal pada 12 Desember karena penyakit di organ hati. Laporan lain mengatakan dia meninggal di rumah sakit.

Saudaranya, Elaheh, mengatakan keluarga telah diberitahu oleh otoritas Iran tentang kematiannya, tetapi tidak memberikan rincian lain.

Penjara Qom, tempat Nasiri ditahan, selama dilaporkan marak dengan aksi brutal dan kasar.

Pada bulan November, Reporters Without Borders mengatakan Iran telah meluncurkan tindakan keras baru terhadap wartawan di mana beberapa orang telah diinterogasi dan tiga orang ditangkap sehubungan dengan posting di jejaring sosial.

Iran menolak kritik atas catatan hak asasi manusianya dari kelompok-kelompok hak asasi manusia internasional dengan alasan bermotif politik dan didasarkan pada kurangnya pemahaman pada hukum Islam.
(mas)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
2 jam yang lalu
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
3 jam yang lalu
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
5 jam yang lalu
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
6 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
7 jam yang lalu
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
7 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved