Massa Pro-Hindu India Tuntut Kuil Dibangun di Situs Masjid Ayodhya

Minggu, 09 Desember 2018 - 16:38 WIB
Massa Pro-Hindu India...
Massa Pro-Hindu India Tuntut Kuil Dibangun di Situs Masjid Ayodhya
A A A
NEW DELHI - Ribuan biksu Hindu dan aktivis pro-Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi berkumpul di New Delhi pada hari Minggu (9/12/2018). Massa mendesak pemerintah membangun sebuah kuil di reruntuhan masjid abad 16 di Ayodhya.

Tuntutan itu disuarakan menjelang pemilu yang akan diadakan pada Mei 2019. Pada pemilu nanti, Modi akan berupaya menjadi perdana menteri untuk periode kedua.

Para analis menilai BJP akan memperoleh suara yang lebih rendah daripada pemilu tahun 2014. Sedangkan para kritikus menuduh partai nasionalis itu menggunakan isu-isu komunal untuk mendapatkan dukungan.

Selama tiga dekade terakhir, keompok pendukung BJP telah membangkitkan kontroversi situs Ayodhya menjelang pemilu. Hal itu memicu ketegangan antara umat Hindu dan minoritas Muslim yang jumlahnya 14 persen dari total 1,3 miliar penduduk India.

Kebanyakan warga Hindu percaya bahwa Dewa Rama lahir di Ayodhya, dan mereka bersikeras bahwa ada sebuah kuil di sana sebelum sebuah masjid dibangun oleh seorang penguasa Muslim pada tahun 1528.

Sharad Sharma, juru bicara Vishwa Hindu Parishad (VHP) atau Dewan Hindua Dunia, yang memiliki hubungan dekat dengan BJP, mengatakan para biksu ingin agar pemerintah India membuat undang-undang untuk membuka jalan bagi pembangunan kuil di Ayodhya.

"Ini adalah masalah iman bagi jutaan umat Hindu yang tidak bisa terus-menerus menunggu kuil di tempat kelahiran Dewa Rama," katanya, yang dikutip Reuters.

Baik kelompok Hindu maupun Muslim telah mengajukan petisi kepada Mahkamah Agung untuk membantu menyelesaikan masalah ini. Pengadilan tinggi telah meminta lebih banyak waktu untuk membuat putusan.

BJP dan VHP dan gerakan senior mereka, Rashtriya Swayamsevak Sangh, telah meminta pemerintah agar mengeluarkan perintah eksekutif untuk membangun sebuah kuil dengan tanpa harus menunggu putusan Mahkamah Agung.

Menjelang berkumpulnya massa pada hari Minggu, polisi India telah meningkatkan keamanan.

Uttar Pradesh, negara bagian India tempat Ayodha berada, telah mengalami kekerasan komunal berulang kali sejak Yogi Adityanath, seorang tokoh garis keras BJP menjadi kepala menteri setempat tahun lalu. Dia disebut-sebut sebagai calon penerus Modi.

Awal bulan ini, seorang perwira polisi senior dan seorang pria lainnya tewas dalam protes kekerasan di negara bagian itu atas laporan bahwa seekor sapi, hewan yang disucikan oleh warga Hindu, disembelih.
(mas)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Longsor di Manipur India,...
Longsor di Manipur India, Belasan Orang Tewas
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
1 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
1 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
3 jam yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
3 jam yang lalu
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
4 jam yang lalu
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved