700.000 Warga Afghanistan Tinggalkan Iran

Kamis, 06 Desember 2018 - 12:57 WIB
700.000 Warga Afghanistan...
700.000 Warga Afghanistan Tinggalkan Iran
A A A
JENEWA - Lebih dari 700.000 warga Afghanistan telah kembali dari Iran tahun ini saat kondisi ekonomi Iran semakin sulit. Perpindahan warga itu pun memberi dampak pada ekonomi Afghanistan, menurut dari badan migrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam laporan yang mencakup periode hingga 1 Desember, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan total 752.325 warga Afghanistan telah kembali dari Iran dan Pakistan, termasuk 721.633 orang dari Iran.

“Kepulangan warga tanpa dicatat dari Iran itu mengalami peningkatan besar dalam beberapa tahun sebelumnya, terutama didorong masalah politik dan ekonomi di Iran termasuk devaluasi mata uang secara besar,” papar laporan IOM, dilansir Reuters.

Permintaan untuk tenaga kerja asal Afghanistan dalam ekonomi informal Iran telah turun drastis. “Saat semua warga Afghanistan biasa mengirim pendapatan mereka dalam bentuk gaji bulanan, ekonomi Afghanistan sendiri mendapat dampak dari kekeringan di sejumlah provinsi Herat, Badghis dan Ghor yang mengalami dampak langsung dan segera,” ungkap laporan IOM.

Media Iran melaporkan banyak warga Afghanistan yang kembali atau berupaya masuk Turki untuk mencapai Eropa setelah jatuhnya mata uang Iran yang merosot 70% nilainya tahun ini. Iran bangkit pada awal 2016 setelah beberapa tahun sanksi global dengan adanya kesepakatan nuklir.

Namun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan itu pada Mei karena dianggap lebih menguntungkan Iran. AS kemudian menerapkan kembali berbagai sanksi yang merugikan sektor minyak dan perbankan Iran sejak 5 November lalu.

Kepala Dewan Pengungsi Norwegia (NRC) Jan Egeland menjelaskan, meningkatnya tekanan AS pada Iran akan menciptakan banyak masalah bagi Afghanistan. “Berbagai sanksi Trump akan membuat ekonomi Iran jadi kosong dan menuju itu. Orang yang akan pertama kali kehilangan eksistensinya ialah pengungsi dan migran Afghanistan yang terdaftar dan tak terdaftar,” ujar Egeland. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Harga Tembaga di China...
Harga Tembaga di China Melemah, Beijing Diam-diam Garap Tambang di Afghanistan
Ekonomi Karut Marut,...
Ekonomi Karut Marut, Warga Afghanistan: Tuhan Tolong Kami...
Tuntut Kejelasan Nasib,...
Tuntut Kejelasan Nasib, Ratusan Imigran Demo di Kantor Pemko Batam
Rusia Sebut Taliban...
Rusia Sebut Taliban Hampir Kuasai Wilayah Perbatasan Afghanistan-Tajikistan
Ratusan Pengungsi Afganistan...
Ratusan Pengungsi Afganistan Tuntut Diberangkatkan ke Negara Ketiga
Perang Amerika Serikat...
Perang Amerika Serikat usai Serangan 11 September Tewaskan 4,5 Juta Orang
Berita Terkini
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
2 jam yang lalu
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
4 jam yang lalu
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
5 jam yang lalu
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
6 jam yang lalu
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
7 jam yang lalu
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
8 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved