Indonesia Serukan Kerja Sama Mitigasi Bencana ASEAN dan Jepang

Rabu, 14 November 2018 - 20:59 WIB
Indonesia Serukan Kerja...
Indonesia Serukan Kerja Sama Mitigasi Bencana ASEAN dan Jepang
A A A
JAKARTA - Dalam KTT ke-21 ASEAN-Jepang, Presiden Indonesia, Joko Widodo menekankan pentingnya ASEAN memperkuat kerja sama dengan Jepang dalam hal penanggulangan bencana. Jokowi menyebut, negara-negara ASEAN dan Jepang merupakan kawasan yang rentan terhadap bencana.

Bencana yang kerap terjadi di ASEAN dan Jepang kerap menimbulkan korban jiwa dan kerugian ekonomi yang teramat besar. Data mengungkap bahwa dalam tiga dekade terakhir, 40 persen bencana terjadi di kawasan Asia.

"Dalam tiga dekade terakhir, 40 persen bencana terjadi di kawasan Asia, di mana 90 persen menyebabkan korban jiwa dan 50 persen lebih menyebabkan kerugian ekonomi. Data PBB tahun ini memprediksi kerugian ekonomi akibat bencana di kawasan ini mencapai lebih dari USD160 miliar per tahun hingga 2030," ungkap Jokowi, seperti dikutip dari siaran pers Biro Pers Istana yang diterima Sindonews pada Rabu (14/11).

Dalam pertemuan itu Jokowi menyebut persoalan bencana ini sangat dirasakan dampaknya oleh Indonesia. Dia menjelaskan, baru-baru ini, Indonesia mengalami bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah dengan korban jiwa mencapai lebih dari 2.200 jiwa serta lebih dari68ribubangunan rusak.

"Bencana alam akan selalu menjadi bagian dari kehidupan kita. Kita tidak dapat mencegah bencana alam. Namun, kita dapat meminimalisir korban dan perlu memastikan bahwa terdapat sumber yang akan mendukung bangkitnya wilayah bencana," sambungnya.

Oleh karenanya, lanjut Jokowi diperlukan adanya kerja sama yang lebih erat mengenai mitigasi dan penanggulangan bencana. Beberapa di antaranya dapat dilakukan dengan penguatan kerja sama terkait mekanisme peringatan dini, pembangunan infrastruktur tahan bencana, hingga pendanaan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana.

Menurut Jokowi, gagasan ini dinilai tidak hanya penting bagi Indonesia yang memang sebagian wilayahnya rawan terhadap bencana. Tapi, juga negara lain di kawasan yang rawan bencana turut merasakan hal yang sama.

"Diperlukan keterlibatan dan kerja sama banyak pihak untuk mendukung ide ini. Perlu kolaborasi antara pemerintah sebagai regulator dan pembuat kebijakan, kelompok bisnis asuransi, dan partisipasi masyarakat luas," tandasnya.
(esn)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Medvedev: Rakyat Eropa...
Medvedev: Rakyat Eropa Tak Akan Bisa Tidur Nyenyak
1 jam yang lalu
Meski Fokus Perang Iran,...
Meski Fokus Perang Iran, AS Tak Akan Berpaling dari Asia Pasifik
1 jam yang lalu
5 Fakta UEA Bergabung...
5 Fakta UEA Bergabung dengan Agresi AS-Israel terhadap Iran sejak Awal
2 jam yang lalu
Netanyahu Ungkap Pasukan...
Netanyahu Ungkap Pasukan Israel telah Lintasi Sungai Litani di Lebanon, Perluas Agresi
3 jam yang lalu
AS Tegaskan Lebih dari...
AS Tegaskan Lebih dari Mampu untuk Lanjutkan Perang dengan Iran
4 jam yang lalu
Negara NATO Ini Kehabisan...
Negara NATO Ini Kehabisan Pria untuk Wajib Militer
5 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved