Turki Berhasil Uji Coba Railgun Hypervelocity, Saingan AS dan Rusia

Senin, 12 November 2018 - 08:07 WIB
Turki Berhasil Uji Coba...
Turki Berhasil Uji Coba Railgun Hypervelocity, Saingan AS dan Rusia
A A A
ANKARA - Turki mengumumkan bahwa mereka berhasil menguji senjata kinetik elektromagnetik hypervelocity atau railgun berkecepatan hipersonik. Dengan mengembangkan senjata berkecepatan hipersonik ini, negara tersebut telah bersaing dengan Amerika Serikat (AS), Rusia, China, dan India.

Ankara menamai senjatanya itu dengan nama "Tübitak Sapan" atau "Tübitak Slingshot". Nama itu mengacu pada nama akronim Dewan Riset dan Teknologi Ilmiah Turki (Tübitak).

Railgun Sapan dilaporkan mampu menembakkan proyektil sejauh 100 kilometer, dengan kecepatan hingga 3.500 meter per detik (12.600 kilometer/jam).

Menurut Angkatan Bersenjata Turki, Sapan telah diuji pada kecepatan 9.300 kilometer/jam, lebih cepat dari Mach 7.5. Ankara, seperti dilaporkan Business Insider, Senin (12/11/2018), bermaksud untuk meningkatkan kecepatan putarannya menjadi Mach 8.5 (10.500 kilometer/jam), sehingga hampir tidak mungkin bagi target untuk mempertahankan diri.

Teknologi railgun memiliki kelebihan tertentu, di antaranya putaran hypervelocity sangat sulit untuk dicegat, dan, karena tidak ada elektronik di dalamnya, senjata itu kebal terhadap gangguan dan peperangan elektronik. Dalam satu tes tembakan langsung, railgun Sapan berhasil menembus bungker beton dengan tulang setebal satu meteran.

Kelemahan utama dari senjata ini adalah konsumsi energinya yang sangat tinggi. Untuk menembak pada 10 putaran per menit (satu tembakan setiap enam detik), sebuah railgun membutuhkan energi sekitar 20 megawatt.

Pertama kali diuji pada tahun 2014, Sapan Turki adalah produk sampingan dari penelitian Tübitak ke dalam teknologi fusi pengekangan inersia, yang juga dikenal sebagai energi termonuklir yang dapat dikontrol.

Saat ini hanya lima negara yang memiliki teknologi railgun, yakni Rusia, AS, China, India, dan Turki. AS menganggap railgun sebagai senjata utama. Sedangkan para ilmuwan Rusia baru-baru ini mencoba aplikasi railgun untuk tujuan damai, seperti untuk pengiriman kargo ke luar angkasa.
(mas)
Berita Terkait
Alasan BRICS Ditakuti...
Alasan BRICS Ditakuti Amerika Serikat dan Sekutunya
Urutan 8 Negara Terbanyak...
Urutan 8 Negara Terbanyak yang Memiliki Think Tank
Turki, India dan China...
Turki, India dan China Berlomba, tapi Ini 3 Jet Tempur Generasi Kelima Terbaik di Dunia
5 Negara dengan Militer...
5 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia, Mayoritas Ada di Asia
4 Negara yang Terganggu...
4 Negara yang Terganggu dengan Kemunculan BRICS, Amerika Paling Terusik
5 Negara dengan Jumlah...
5 Negara dengan Jumlah Dokter Terbanyak di Dunia
Berita Terkini
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
41 menit yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
1 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
2 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
3 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
5 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved