Pompeo Desak Riyadh Dukung Penyelidikan Hilangnya Jurnalis Saudi di Turki

Selasa, 09 Oktober 2018 - 16:50 WIB
Pompeo Desak Riyadh...
Pompeo Desak Riyadh Dukung Penyelidikan Hilangnya Jurnalis Saudi di Turki
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mendesak Arab Saudi untuk memastikan bahwa penyelidikan menyeluruh dilakukan terhadap kasus menghilangnya seorang jurnalis terkemuka Saudi, Jamal Khashoggi. Jurnalis pengkritik Riyadh itu terakhir kali terlihat saat memasuki Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

"Pejabat senior Kementerian Luar Negeri telah berbicara denganArab Saudi melalui saluran diplomatik tentang masalah ini," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (9/10).

"Kami menyerukan kepada pemerintah Arab Saudi untuk mendukung penyelidikan menyeluruh atas hilangnya Khashoggi dan untuk transparan tentang hasil penyelidikan itu," sambung Pompeo.

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuntut Saudi untuk memberikan bukti bahwa Khashoggi telah meninggalkan konsulat Saudi di Istanbul. Erdogan mengaku memantau penyelidikan kasus hilangnya wartawan tersebut. Menurutnya, sejauh ini pihak Turki tidak memiliki dokumen atau bukti mengenai kasus tersebut.

Selama akhir pekan lalu, sumber pemerintah Turki mengklaim bahwa polisi yakin wartawan yang jadi kolumnis opini untuk Washington Post itu tewas di dalam gedung konsulat.

Namun, pihak Konsulat Saudi membantah bahwa Khashoggi dibunuh di kantor misi diplomatik tersebut. Konsulat juga membantah bahwa Khashoggi telah diculik.

Pada hari Senin, Turki secara resmi meminta izin untuk menggeledah Konsulat Saudi di Istanbul. Awal pekan lalu, Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman mengaku siap memberikan izin. Menurutnya, Arab Saudi tidak menyembunyikan apa pun terkait hilangnya Khashoggi.

Khashoggi selama ini dikenal sebagai wartawan yang keras mengkritik keluarga kerajaan, termasuk Raja Salman dan Pangeran Mohammed bin Salman. Kritik-kritik yang dia lontarkan termasuk kebijakan blokade Qatar dan perang di Yaman.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
1 jam yang lalu
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
2 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
4 jam yang lalu
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
6 jam yang lalu
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
8 jam yang lalu
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
9 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved