Jika Diminta, Trump Pertimbangkan Bertemu Presiden Iran
Jum'at, 21 September 2018 - 14:37 WIB
Jika Diminta, Trump Pertimbangkan Bertemu Presiden Iran
A
A
A
NEW YORK - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, akan mempertimbangkan menerima undangan Iran untuk pertemuan bilateral dengan Presiden Hassan Rouhani. Trump dijadwalkan akan memimpin pertemuan Dewan Keamanan PBB pekan depan terkait Iran dan negara-negara dengan senjata pemusnah massal (WMD).
"Tentu saja, jika Rouhani meminta pertemuan, itu menjadi hak presiden untuk memutuskan apakah ia ingin melakukannya," ujar Dubes AS untuk PBB, Nikki Haley, seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (21/9/2018).
Haley menjelaskan bahwa agenda untuk pertemuan hari Rabu telah diperluas untuk fokus pada beberapa negara WMD seperti Iran, Korea Utara (Korut) dan Suriah. Semula pertemuan itu dimaksudkan untuk fokus pada keterlibatan Iran di sejumlah titik panas global.
Trump akan menjadi tuan rumah Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu, selama seminggu pertemuan menandai sesi ke-73 Majelis Umum PBB. Sesi dimulai pada hari Selasa dan berlangsung selama sembilan hari.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa tidak ada gunanya pertemuan antara Hassan Rouhani dan Donald Trump setelah keputusan terakhir untuk meninggalkan kesepakatan nuklir dengan Iran, mencatat bahwa itu akan bergantung pada Trump apakah Teheran akan siap untuk menandatangani kesepakatan baru dengan Amerika Serikat.
"Tentu saja, jika Rouhani meminta pertemuan, itu menjadi hak presiden untuk memutuskan apakah ia ingin melakukannya," ujar Dubes AS untuk PBB, Nikki Haley, seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (21/9/2018).
Haley menjelaskan bahwa agenda untuk pertemuan hari Rabu telah diperluas untuk fokus pada beberapa negara WMD seperti Iran, Korea Utara (Korut) dan Suriah. Semula pertemuan itu dimaksudkan untuk fokus pada keterlibatan Iran di sejumlah titik panas global.
Trump akan menjadi tuan rumah Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu, selama seminggu pertemuan menandai sesi ke-73 Majelis Umum PBB. Sesi dimulai pada hari Selasa dan berlangsung selama sembilan hari.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa tidak ada gunanya pertemuan antara Hassan Rouhani dan Donald Trump setelah keputusan terakhir untuk meninggalkan kesepakatan nuklir dengan Iran, mencatat bahwa itu akan bergantung pada Trump apakah Teheran akan siap untuk menandatangani kesepakatan baru dengan Amerika Serikat.
(ian)