Afghanistan Siap Negosiasi Langsung Tanpa Prasyarat dengan Taliban
Kamis, 20 September 2018 - 15:54 WIB
Afghanistan Siap Negosiasi Langsung Tanpa Prasyarat dengan Taliban
A
A
A
KABUL - Pihak berwenang Afghanistan siap untuk mengadakan negosiasi langsung dengan Taliban tanpa prasyarat, jika pembicaraan diadakan dalam kerangka konstitusi Afghanistan. Hal itu diungkapkan wakil utusan khusus kepresidenan Afghanistan untuk Commonwealth of Independent States (CIS) Mohammed Ibrahim Tamil.
"Pemerintah Afghanistan telah berulang kali menyatakan selalu siap untuk dialog, untuk pertemuan. Kami tidak memiliki prasyarat, kecuali satu - negosiasi ini harus diadakan dalam kerangka konstitusi Afghanistan," ujar Tamil.
"Kami siap untuk setiap dialog langsung, pertemuan dengan Taliban, kami siap untuk mendengarkan tuntutan mereka dan menyatakan pendapat kami tentang masalah ini," sambungnya seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (20/9/2018).
Tamil mengungkapkan bahwa Afghanistan berharap pertemuan format Moskow untuk menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung akan diadakan sebelum akhir tahun, tetapi dengan mempertimbangkan kualitas daripada kecepatan sebagai prioritas utama.
"Kami berharap demikian, tetapi lebih baik untuk mengadakan pertemuan ini lebih kualitatif daripada lebih cepat," kata Tamil, ketika ditanya apakah Kabul mengharapkan pertemuan Moskow berlangsung pada 2018.
Tamil menambahkan bahwa jumlah peserta pertemuan format Moskow mendatang untuk menyelesaikan konflik di Afghanistan bisa ditingkatkan.
"Tanggal (pertemuan) akan disepakati, dan komposisi peserta akan mungkin diperpanjang. Kami berharap bahwa bagian-bagian tertentu dari gerakan Taliban, yang menyerukan partisipasi, juga akan mengambil bagian. Konferensi ini akan dipimpin oleh Afghanistan dengan partisipasi Rusia," jelas Tamil.
Menurut pejabat itu, Kabul akan menyambut Amerika Serikat (AS) atau negara lain untuk bergabung dalam dialog dengan Taliban dan membujuk mereka untuk duduk di meja perundingan. Namun, Tamil menekankan bahwa proses negosiasi harus dipimpin oleh orang-orang Afghanistan.
"Pemerintah Afghanistan telah berulang kali menyatakan selalu siap untuk dialog, untuk pertemuan. Kami tidak memiliki prasyarat, kecuali satu - negosiasi ini harus diadakan dalam kerangka konstitusi Afghanistan," ujar Tamil.
"Kami siap untuk setiap dialog langsung, pertemuan dengan Taliban, kami siap untuk mendengarkan tuntutan mereka dan menyatakan pendapat kami tentang masalah ini," sambungnya seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (20/9/2018).
Tamil mengungkapkan bahwa Afghanistan berharap pertemuan format Moskow untuk menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung akan diadakan sebelum akhir tahun, tetapi dengan mempertimbangkan kualitas daripada kecepatan sebagai prioritas utama.
"Kami berharap demikian, tetapi lebih baik untuk mengadakan pertemuan ini lebih kualitatif daripada lebih cepat," kata Tamil, ketika ditanya apakah Kabul mengharapkan pertemuan Moskow berlangsung pada 2018.
Tamil menambahkan bahwa jumlah peserta pertemuan format Moskow mendatang untuk menyelesaikan konflik di Afghanistan bisa ditingkatkan.
"Tanggal (pertemuan) akan disepakati, dan komposisi peserta akan mungkin diperpanjang. Kami berharap bahwa bagian-bagian tertentu dari gerakan Taliban, yang menyerukan partisipasi, juga akan mengambil bagian. Konferensi ini akan dipimpin oleh Afghanistan dengan partisipasi Rusia," jelas Tamil.
Menurut pejabat itu, Kabul akan menyambut Amerika Serikat (AS) atau negara lain untuk bergabung dalam dialog dengan Taliban dan membujuk mereka untuk duduk di meja perundingan. Namun, Tamil menekankan bahwa proses negosiasi harus dipimpin oleh orang-orang Afghanistan.
(ian)