Trump Sebut Pertemuan Kerry dengan Menlu Iran Ilegal

Sabtu, 15 September 2018 - 04:39 WIB
Trump Sebut Pertemuan...
Trump Sebut Pertemuan Kerry dengan Menlu Iran Ilegal
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecam mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) John Kerry untuk pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Iran pasca Obama lengser.

"John Kerry mengadakan pertemuan ilegal dengan Rezim Iran yang sangat bermusuhan yang hanya dapat melemahkan pekerjaan besar kami hingga merugikan rakyat Amerika," kata Trump di Twitter.

"Dia menyuruh mereka menunggu Pemerintah Trump!" katanya, mengakhiri Tweet-nya dengan kata "BURUK!" imbuhnya seperti dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (15/9/2018).

Kerry, yang merundingkan kesepakatan nuklir Iran 2015 yang dibatalkan oleh Trump tahun ini, mengatakan selama tur untuk mempromosikan buku barunya "Every Day is Extra" bahwa ia telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif tiga atau empat kali sejak ia lengser dan Trump menguasai Gedung Putih.

Saat ditanya oleh pembawa acara konservatif Hugh Hewitt pada hari Rabu apakah dia telah menawarkan saran Zarif tentang bagaimana menangani keputusan Trump untuk menarik diri dari pakta tersebut, dia menjawab: "Tidak, itu bukan pekerjaan saya."

"Apa yang telah saya lakukan adalah mencoba memperoleh dari dia apa yang mungkin ingin dilakukan Iran untuk mengubah dinamika di Timur Tengah menjadi lebih baik," ujarnya.

"Saya sudah sangat blak-blakan kepada Menteri Luar Negeri Zarif, dan mengatakan kepadanya, kalian harus mengakui bahwa dunia tidak menghargai apa yang terjadi dengan rudal, apa yang terjadi dengan Hizbullah, apa yang terjadi dengan Yaman," tambahnya, menyampaikan arus kecaman pemerintah terhadap pengaruh "jahat" Teheran.

Para komentator konservatif segera menyebutnya sebagai bukti pengkhianatan, beberapa menyerukan agar Kerry di bawa ke penjara.

Ditanyakan oleh seorang anggota parlemen Republik selama dengar pendapat kongres tentang apa yang disebut diplomasi bayangan, Manisha Singh, asisten Menteri Luar Negeri AS, mengatakan Kamis: "Sangat disayangkan jika orang-orang dari pemerintahan masa lalu mencoba untuk mengkompromikan kemajuan yang kami coba lakukan dalam administrasi ini."

Juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert menambahkan: "Saya telah melihat dia menyombongkan tentang pertemuan yang dia miliki dengan pemerintah Iran dan pejabat pemerintah Iran. Saya juga telah melihat laporan bahwa dia tampaknya menyediakan, menurut laporan, saran kepada Iran pemerintah."

"Saran terbaik yang dia harus berikan kepada pemerintah Iran adalah berhenti mendukung kelompok teror di seluruh dunia," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Elon Musk Bertekad Damaikan...
Elon Musk Bertekad Damaikan Iran dengan Amerika Serikat
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Trump: Terlepas Orang...
Trump: Terlepas Orang Suka atau Tidak, Israel Sekutu Hebat Amerika Serikat
Berita Terkini
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
21 menit yang lalu
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
1 jam yang lalu
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
1 jam yang lalu
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
2 jam yang lalu
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
2 jam yang lalu
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
3 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved