Anak Rohingya Semangat Belajar di Sekolah Darurat Indonesia

Minggu, 09 September 2018 - 23:20 WIB
Anak Rohingya Semangat...
Anak Rohingya Semangat Belajar di Sekolah Darurat Indonesia
A A A
DHAKA - Semangat anak-anak pengungsi Rohingya untuk belajar nampaknya tidak surut, meskipun mereka hidup di kamp pengungsi. Ini terlihat dari sejumlah anak Rohingya yang belajar di sekolah darurat yang dibangung Indonesia di kamp pengungsian di Bangladesh.

Menurut Kedutaan Besar Indonesia di Dhaka, Bangaldesh, sekolah darurat yang berlokasi di kompleks field hospital Indonesian Humanitarian Alliance (IHA), berlokasi di kamp pengungsian 15 Jamtoli di Cox's Bazar.

Rumah sakit lapangan itu dibangun oleh IHA, gabungan dari 11 lembaga kemanusiaan Indonesia. Awalnya, fasilitas itu hanya dioperasikan untuk memberikan pelayanan kesehatan semata. Namun, karena melihat kebutuhan pendidikan, khususnya untuk anak-anak pengungsi, sejak tahun 2018 kompleks IHA juga memberikan akses terhadap pendidikan.

"Proses belajar mengajar untuk anak-anak Rohingya dilakukan oleh seorang tenaga pengajar non-profesional, yang juga merupakan separugnya berasal dari pengungsi. Beberapa materi pelajaran, seperti matematika, bahasa Inggris, dan bahasa Myanmar menjadi materi yang diberikan oleh pengajar dalam kegiatan belajar mengajar," kata KBRI Dhaka, yang dikutip Sindonews pada Minggu (9/9).

KBRI menyebut, tidak hanya kedua bahasa tersebut, bahasa Indonesia juga turut diajarkan kepada anak-anak Rohingya. Sebagian besar anak bahkan dapat memahami percakapan dasar dan mampu berhitung dalam bahasa Indonesia, karena seringnya berinteraksi dengan para relawan Indonesia.

Fasilitas belajar mengajar di kompleks bantuan kemanusiaan IHA sendiri terbilang sangatlah sederhana. Di ruang kelas hanya terdapat satu papan tulis dan beberapa meja dan kursi.

"Selain itu, di musim penghujan, anak-anak pun harus berjuang untuk dapat sampai ke sekolah dengan jalan yang licin dan penuh lumpur. Namun, hal tersebut tidak menghentikan tekad mereka untuk mengukir masa depan melalui pendidikan," sambung KBRI Dhaka.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh UNICEF, jumlah pengungsi anak-anak Rohingya di Cox's Bazar hingga September 2018 berjumlah sekitar 350 ribu orang. Pemberian akses terhadap pendidikan menjadi agenda yang sangat penting.

Menurut catatan KBRI Dhaka, jumlah bantuan kemanusiaan Indonesia yang diberikan melalui IHA telah mencapai sekitar Rp 18 miliar. Jumlah tersebut meliputi bantuan kemanusiaan dalam bentuk pembangunan shelter pengungsi, pengiriman tenaga medis, penyediaan klinik darurat, penyediaan mobile clinic dan ambulans, bantuan pangan dan pendidikan, dan fasilitas ibadah.
(esn)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
42 menit yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
1 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
2 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
3 jam yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
4 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved