Terselip Lidah, Wamenlu Suriah: Senjata Biasa Cukup Bunuh Warga Kami
Selasa, 04 September 2018 - 20:28 WIB
Terselip Lidah, Wamenlu Suriah: Senjata Biasa Cukup Bunuh Warga Kami
A
A
A
DAMASKUS - Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Mekdad terselip lidah saat melakukan wawancara dengan salah satu televisi di Suriah. Mekdad dalam wawacaranya menyebut Damaskus tidak butuh senjata kimia untuk membunuh warga Suriah.
Pernyataan itu muncul ketika Mekdad ditanya mengenai ancaman Barat terhadap rezim Suriah jika menggunakan senjata kimia di Idlib, di mana pemerintah Suriah berencana melancarkan serangan besar-besaran disana.
“Kami tidak bisa menggunakan senjata (kimia) melawan orang-orang kami, dan mengapa kita menggunakannya? Senjata normal sudah cukup,” kata Mekdad dalam wawancara tersebut, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (4/9).
Mekdad kemudian mencoba mengulang apa yang dia katakan, dengan menambahkan bahwa penggunaan senjata tradisional melawan kelompok teror sudah cukup.
Pernyataannya itu memicu kemarahan di media sosial. Para pengguna Twitter mengecam pernyataan itu dan mengkritik pemerintah barat karena "mengizinkan" rezim Suriah untuk membunuh rakyatnya dan melanjutkan tindakannya sampai pada titik bahwa seorang pejabat rezim membual tentang hal itu.
“Pria itu jujur. Dia mengatakan apa yang ada di dalam hatinya. Tidak perlu membunuh orang-orang Suriah sekaligus tetapi mereka dapat membunuh mereka secara perlahan," kata salah seorang pengguna Twitter mengomentari pernyataan Mekdad.
Pernyataan itu muncul ketika Mekdad ditanya mengenai ancaman Barat terhadap rezim Suriah jika menggunakan senjata kimia di Idlib, di mana pemerintah Suriah berencana melancarkan serangan besar-besaran disana.
“Kami tidak bisa menggunakan senjata (kimia) melawan orang-orang kami, dan mengapa kita menggunakannya? Senjata normal sudah cukup,” kata Mekdad dalam wawancara tersebut, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (4/9).
Mekdad kemudian mencoba mengulang apa yang dia katakan, dengan menambahkan bahwa penggunaan senjata tradisional melawan kelompok teror sudah cukup.
Pernyataannya itu memicu kemarahan di media sosial. Para pengguna Twitter mengecam pernyataan itu dan mengkritik pemerintah barat karena "mengizinkan" rezim Suriah untuk membunuh rakyatnya dan melanjutkan tindakannya sampai pada titik bahwa seorang pejabat rezim membual tentang hal itu.
“Pria itu jujur. Dia mengatakan apa yang ada di dalam hatinya. Tidak perlu membunuh orang-orang Suriah sekaligus tetapi mereka dapat membunuh mereka secara perlahan," kata salah seorang pengguna Twitter mengomentari pernyataan Mekdad.
(esn)