Jet-jet Tempur AS Bermanuver saat McCain Dimakamkan di Annapolis

Senin, 03 September 2018 - 09:05 WIB
Jet-jet Tempur AS Bermanuver...
Jet-jet Tempur AS Bermanuver saat McCain Dimakamkan di Annapolis
A A A
ANNAPOLIS - Empat pesawat jet tempur F-18 Amerika Serikat (AS) bermanuver di atas lokasi pemakaman mantan Senator John McCain di Annapolis dalam acara penghormatan terakhir. Aksi pesawat-pesawat tempur itu berlangsung saat sang mantan senator dimakamkam sebagai pahlawan Perang Vietnam.

Mantan Senator yang juga mantan kandidat presiden tersebut dimakamkan pada hari Minggu waktu setempat. Sebelumnya, publik AS telah berkabung selama lima hari untuk McCain, salah satu politisi yang dipaling dikagumi.

Dia meninggal pada 25 Agustus 2018 pada usia 81 tahun setelah sekian lama berjuang melawan kanker otak. Pemakamannya dihadiri para mantan presiden Amerika, termasuk Obama dan George W. Bush. Namun, Presiden Donald Trump tidak hadir karena keluarga McCain tak menginginkan kehadirannya.

Manuver pesawat-pesawat tempur dimulai dengan tiga jet F-18 dari Navy's Blue Angels melesat di udara. Sesaat kemudian, jet tempur keempat memecahkan formasi dan melengkung ke langit untuk menandai akhir dari lima hari berkabung untuk McCain.

Keluarga dan teman-teman, bersama dengan kelas Akademi Angkatan Laut tahun 1958 dan mahasiswa yang sekarang, mengucapkan selamat tinggal terakhir sebelum jenazah McCain dikebumikan di pemakaman di lahan akademi.

"Saya melihat mereka meletakkan teman saya untuk beristirahat hari ini. Saya akan merindukannya," kata Senator Jeff Flake, yang mewakili Arizona bersama McCain di Kongres, dalam sebuah posting di Twitter, seperti dikutip Reuters, Senin (3/9/2018).

Massa berkumpul di sepanjang rute iring-iringan mobil yang membawa jenazah McCain. Pada satu titik, sebuah bendera Amerika raksasa tergantung di antara dua derek di sebuah jembatan.

Menurut pihak keluarga, kuburan McCain berada di samping teman sekelas, Laksamana Chuck Larson, mantan komandan Komando Pasifik AS yang meninggal pada tahun 2014.

Di antara mereka yang memberikan penghormatan terakhir kepada McCain dalam layanan pribadi hari Minggu adalah putra-putranya, Jack dan Don, pensiunan Jenderal Angkatan Darat David Petraeus dan Senator Lindsey Graham, sekutu sekaligus teman politik lama.

Tanpa menyebut Trump, putri McCain, Bush dan Obama mengecam komentar miring yang meremehkan McCain atas jasanya bagi AS dalam Perang Vietnam. Seperti diketahui, Trump dalam kampanye pemilihan presiden 2016 pernah mengejek jasa McCain. Dia enggan menyebut McCain sebagai pahlawan perang karena menjadi tawanan musuh selama Perang Vietnam.

Selama upacara di Washington dan pemakaman McCain di Annapolis, Trump memilih berada di lapangan golf pribadinya di Virginia.
(mas)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
13 menit yang lalu
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
1 jam yang lalu
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
2 jam yang lalu
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
2 jam yang lalu
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
3 jam yang lalu
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved