Peduli Utang Negara, Raja Malaysia Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Jum'at, 31 Agustus 2018 - 19:42 WIB
Peduli Utang Negara,...
Peduli Utang Negara, Raja Malaysia Batalkan Perayaan Ulang Tahun
A A A
PETALING JAYA - Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V, membatalkan perayaan ulang tahun yang jatuh pada 9 September 2018. Dana perayaan akan dikembalikan ke negara untuk membantu pemerintahan Perdana Menteri Mahathir Mohamad membayar utang negara.

Sultan Muhammad yang berusia 48 tahun juga membatalkan resepsi minum teh kerajaan. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Kamis malam, Pengawas Keuangan Rumah Tangga Kerajaan Datuk Wan Ahmad Dahlan Abdul Aziz bersumpah bahwa dana yang dialokasikan untuk perayaan ulang tahun raja akan dikembalikan ke pemerintah melalui Tabung Harapan Malaysia.

"Yang Mulia Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah yang telah merencanakan acara resmi bersamaan dengan perayaan ulang tahun resmi-nya untuk 2018," bunyi pernyataan tersebut.

Meski perayaan ulang tahun dan resepsi minum teh kerajaan dibatalkan, kegiatan lain yang berkaitan dengan ulang tahun Sultan Muhammad V tetap digelar sesuai jadwal.

Tabung Harapan Malaysia adalah lembaga yang dibentuk Mahathir untuk mengakomodasi para warganya yang ingin membantu membayar utang negara.

Sebelumnya pada hari yang sama, Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan bahwa dia mempertimbangkan kemungkinan untuk mengakhiri kontribusi dana ke Tabung Harapan Malaysia.

Dia mengatakan pemerintah belum memilih tanggal kapan patungan dana itu akan ditutup.

"Kami belum memutuskan, mungkin bulan depan," katanya kepada wartawan setelah menghadiri diskusi meja bundar dengan para pemimpin bisnis ASEAN, seperti dikutip The Star, Jumat (31/8/2018).

Dia mencatat bahwa patungan dana tersebut menunjukkan bahwa orang Malaysia mencintai negaranya dan bersedia berkorban untuk mengatasi masalah utang negara. Lembaga Tabung Harapan Malaysia dibentuk setelah seorang warga bernama Nik Shazarina Bakti membuka donasi dengan nama "Please Help Malaysia".

"Saya pikir cukup jelas bahwa orang-orang yang telah memberikan bahkan sejumlah kecil uang bersedia membantu menyelamatkan negara ini," ujarnya.

Mahathir mengumumkan pembentukan lembaga sejak 30 Mei untuk memungkinkan warga Malaysia menyumbang dana guna mengurangi tingkat utang negara. Kontribusi hingga Kamis sore sudah mencapai RM179,9 juta (Rp645,8 miliar).

Sejak menjabat Perdana Menteri Malaysia, Mahathir dibebani utang negara yang sudah mencapai Rp3.500 triliun.
(mas)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
22 menit yang lalu
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
41 menit yang lalu
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
2 jam yang lalu
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
4 jam yang lalu
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 jam yang lalu
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
6 jam yang lalu
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved