Kembali Dituding Trump Ganggu Pembicaraan dengan Korut, China Kesal
Kamis, 30 Agustus 2018 - 19:17 WIB
Kembali Dituding Trump Ganggu Pembicaraan dengan Korut, China Kesal
A
A
A
BEIJING - China mengaku kesal dengan pernyataan terbaru yang dibuat oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengenai Korea Utara (Korut). Trump menyebut China menganggu proses pembicaraan denuklrisasi dengan Korut.
"Pernyataan AS tentang masalah Korut tidak bertanggung jawab dan sulit dimengerti," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying saat menggelar briefing mingguan di Beijing.
"AS harus melihat dirinya sendiri ketika menghadapi kesulitan dalam masalah ini," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Kamis (30/8).
Sebelumnya, melalui akun Twitternya, Trump percaya Korut berada di bawah tekanan luar biasa dari China tetapi Beijing juga memasok Pyongyang dengan bantuan besar, termasuk bahan bakar, pupuk dan komoditas.
Trump dalam kicauannya juga yakin ia memiliki hubungan yang baik dengan pemimpin Korut, Kim Jong-un. Karenanya tidak ada alasan untuk menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk latihan perangan gabungan AS-Korea Selatan (Korsel).
AS telah melakukan latihan militer di semenanjung Korea sejak pertengahan 1950-an dan beberapa operasi dilakukan bersama dengan Korsel setiap tahun. Pentagon menyebut latihan perang bersama ini untuk memastikan kedua pasukan dapat bekerja sama dalam hal terjadi serangan.
Latihan tahunan, terpisah dari program pelatihan reguler, telah lama membuat marah para pemimpin Korut.
"Pernyataan AS tentang masalah Korut tidak bertanggung jawab dan sulit dimengerti," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying saat menggelar briefing mingguan di Beijing.
"AS harus melihat dirinya sendiri ketika menghadapi kesulitan dalam masalah ini," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Kamis (30/8).
Sebelumnya, melalui akun Twitternya, Trump percaya Korut berada di bawah tekanan luar biasa dari China tetapi Beijing juga memasok Pyongyang dengan bantuan besar, termasuk bahan bakar, pupuk dan komoditas.
Trump dalam kicauannya juga yakin ia memiliki hubungan yang baik dengan pemimpin Korut, Kim Jong-un. Karenanya tidak ada alasan untuk menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk latihan perangan gabungan AS-Korea Selatan (Korsel).
AS telah melakukan latihan militer di semenanjung Korea sejak pertengahan 1950-an dan beberapa operasi dilakukan bersama dengan Korsel setiap tahun. Pentagon menyebut latihan perang bersama ini untuk memastikan kedua pasukan dapat bekerja sama dalam hal terjadi serangan.
Latihan tahunan, terpisah dari program pelatihan reguler, telah lama membuat marah para pemimpin Korut.
(esn)