Rusia Bantah Lakukan Operasi Militer di Perbatasan Tajikistan-Afghanistan
Senin, 27 Agustus 2018 - 19:53 WIB
Rusia Bantah Lakukan Operasi Militer di Perbatasan Tajikistan-Afghanistan
A
A
A
MOSKOW - Kementerian Pertahahan Rusia membantah laporan bahwa jet tempur mereka melakukan serangan udara di wilayah perbatasan antara Tajikistan dan juga Afghanistan. Serangan udara itu menewaskan sejumlah anggota Taliban.
Kemhan Rusia menyatakan, laporan yang pertama kali dirilis Reuters itu benar-benar tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Moskow menegaskan, tidak ada satupun jet tempur mereka yang beroperasi di sisi timur perbatasan Afghanistan dan Tajikistan.
"Jet tempur Rusia tidak melakukan misi tempur di wilayah perbatasan negara antara Republik Tajikistan dan Afghanistan," kata Kemhan Rusia dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Senin (27/8).
Sebelumnya diwartakan, sebanyak delapan anggota Taliban Afghanistan tewas setelah dibom sebuah pesawat jet misterius. Pejabat Afghanistan menduga pesawat jet yang meluncurkan serangan itu milik militer Rusia atau mungkin milik Tajikistan.
Pemboman oleh pesawat di perbatasan Afghanistan-Tajikistan dimulai setelah dua anggota pasukan penjaga perbatasan Tajikistan tewas dalam bentrokan dengan Taliban.
Seorang pejabat Afghanistan mengatakan, delapan gerilyawan Taliban tewas dalam pemboman tersebut. Pemerintah Rusia maupun Tajikistan belum berkomentar mengenai hal ini.
Sedangkan kelompok Taliban telah mengonfirmasi bahwa ada bentrokan di daerah perbatasan tersebut dan diikuti oleh serangan udara. Namun, kelompok ini tidak merinci jumlah anggotanya yang terbunuh.
Kemhan Rusia menyatakan, laporan yang pertama kali dirilis Reuters itu benar-benar tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Moskow menegaskan, tidak ada satupun jet tempur mereka yang beroperasi di sisi timur perbatasan Afghanistan dan Tajikistan.
"Jet tempur Rusia tidak melakukan misi tempur di wilayah perbatasan negara antara Republik Tajikistan dan Afghanistan," kata Kemhan Rusia dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Senin (27/8).
Sebelumnya diwartakan, sebanyak delapan anggota Taliban Afghanistan tewas setelah dibom sebuah pesawat jet misterius. Pejabat Afghanistan menduga pesawat jet yang meluncurkan serangan itu milik militer Rusia atau mungkin milik Tajikistan.
Pemboman oleh pesawat di perbatasan Afghanistan-Tajikistan dimulai setelah dua anggota pasukan penjaga perbatasan Tajikistan tewas dalam bentrokan dengan Taliban.
Seorang pejabat Afghanistan mengatakan, delapan gerilyawan Taliban tewas dalam pemboman tersebut. Pemerintah Rusia maupun Tajikistan belum berkomentar mengenai hal ini.
Sedangkan kelompok Taliban telah mengonfirmasi bahwa ada bentrokan di daerah perbatasan tersebut dan diikuti oleh serangan udara. Namun, kelompok ini tidak merinci jumlah anggotanya yang terbunuh.
(esn)