Penasihat Trump Sebut Putin Ingin Iran Angkat Kaki dari Suriah
Rabu, 22 Agustus 2018 - 16:29 WIB
Penasihat Trump Sebut Putin Ingin Iran Angkat Kaki dari Suriah
A
A
A
TEL AVIV - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada Amerika Serikat (AS) bahwa negaranya ingin pasukan Iran mundur dari Suriah tapi tidak bisa memaksa mereka angkat kaki. Hal itu dikatakan Penasihat Keamanan Nasional Presiden AS Donald Trump, John Bolton.
Bolton mengatakan Putin menyatakan ia ingin Iran menarik diri dari Suriah, tetapi ia berkata tidak dapat melakukannya sendiri. Menurutnya, pernyataan Putin ini menyiratkan bahwa kerja sama AS dan Rusia mungkin cukup untuk mendorong penarikan pasukan Iran.
"Itu adalah sesuatu yang akan saya tindak lanjuti dengan kolega saya dari Rusia besok," katanya seperti dikutip dari Times of Israel, Rabu (22/8/2018).
Sebelumnya Bolton mengatakan bahwa Putin, yang bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Helsinki pada 16 Juli, telah mengatakan kepada para pejabat AS bahwa Moskow tidak bisa memaksa Iran untuk mengikuti permintaan seperti itu.
“Namun dia juga mengatakan kepada kami bahwa minatnya dan Iran tidak persis sama. Jadi kami jelas akan berbicara dengannya tentang peran apa yang bisa mereka mainkan,” ujar Bolton yang tengah melakukan kunjungan tiga hari ke Israel.
Ditanya apa prioritas pemerintahan Trump di Suriah, Bolton mengatakan bahwa AS bertujuan untuk menyelesaikan penghancuran wilayah kekhalifahan ISIS dan menghadapi ancaman terorisme ISIS. Dengan bahasa yang tegas ia juga mengatakan khawatir dengan kehadiran milisi Iran dan pasukan reguler.
Ia, bagaimanapun, bersikeras bahwa meskipun Putin ragu, pemindahan pasukan Iran merupakan langkah yang diperlukan untuk mengakhiri perang saudara berdarah Suriah yang mengamuk selama tujuh tahun.
“Kami akan melihat apa yang kami dan orang lain dapat sepakati dalam menyelesaikan konflik di Suriah. Tapi satu prasyarat ada penarikan semua pasukan Iran di Iran,” tegas Bolton.
Bolton mengatakan Putin menyatakan ia ingin Iran menarik diri dari Suriah, tetapi ia berkata tidak dapat melakukannya sendiri. Menurutnya, pernyataan Putin ini menyiratkan bahwa kerja sama AS dan Rusia mungkin cukup untuk mendorong penarikan pasukan Iran.
"Itu adalah sesuatu yang akan saya tindak lanjuti dengan kolega saya dari Rusia besok," katanya seperti dikutip dari Times of Israel, Rabu (22/8/2018).
Sebelumnya Bolton mengatakan bahwa Putin, yang bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Helsinki pada 16 Juli, telah mengatakan kepada para pejabat AS bahwa Moskow tidak bisa memaksa Iran untuk mengikuti permintaan seperti itu.
“Namun dia juga mengatakan kepada kami bahwa minatnya dan Iran tidak persis sama. Jadi kami jelas akan berbicara dengannya tentang peran apa yang bisa mereka mainkan,” ujar Bolton yang tengah melakukan kunjungan tiga hari ke Israel.
Ditanya apa prioritas pemerintahan Trump di Suriah, Bolton mengatakan bahwa AS bertujuan untuk menyelesaikan penghancuran wilayah kekhalifahan ISIS dan menghadapi ancaman terorisme ISIS. Dengan bahasa yang tegas ia juga mengatakan khawatir dengan kehadiran milisi Iran dan pasukan reguler.
Ia, bagaimanapun, bersikeras bahwa meskipun Putin ragu, pemindahan pasukan Iran merupakan langkah yang diperlukan untuk mengakhiri perang saudara berdarah Suriah yang mengamuk selama tujuh tahun.
“Kami akan melihat apa yang kami dan orang lain dapat sepakati dalam menyelesaikan konflik di Suriah. Tapi satu prasyarat ada penarikan semua pasukan Iran di Iran,” tegas Bolton.
(ian)