Habisi Puluhan Bandit Jalanan, Amnesty International Kecam Polri
Sabtu, 18 Agustus 2018 - 04:38 WIB
Habisi Puluhan Bandit Jalanan, Amnesty International Kecam Polri
A
A
A
JAKARTA - Lembaga HAM internasional, Amnesty International (AI), menyebut Polri telah menembak mati puluhan "penjahat kecil" jelang gelaran Asian Games 2018. AI mengutuk tindakan itu dan menyerukan penyelidikan terhadap kebijakan 'tembak terlebih dahulu, bertanya kemudian.'
AI mengatakan setidaknya 77 orang dilaporkan ditembak mati sejak Januari, dengan 31 korban tewas dalam razia polisi yang dimaksudkan untuk membersihkan kota-kota tuan rumah untuk Asian Games.
Pihak berwenang mengatakan bahwa mereka ditembak setelah melakukan perlawanan terhadap polisi.
Operasi penggerebekan dimulai pada bulan Juli dengan pejabat tinggi mengatakan kepada perwira mereka jangan ragu untuk mengambil tindakan tegas.
"Pihak berwenang berjanji untuk meningkatkan keamanan untuk semua. Sebaliknya, kami telah melihat polisi menembak dan menewaskan puluhan orang dengan hampir nol pertanggungjawaban atas kematian," kata kepala Amnesti Indonesia, Usman Hamid.
"Penggalangan acara olah raga internasional tidak boleh mengorbankan hak asasi manusian," imbuhnya seperti dikutip dari BBC, Sabtu (18/8/2018).
Penembakan terhadap para penjahat jalanan ini memuncak pada paruh pertama Juli, ketika 11 orang ditembak mati di Jakarta dan 41 lainnya ditembak di kaki.
Jumlah total mereka yang tewas dan dituduh melakukan kejahatan kecil pada tahun 2018 menunjukkan peningkatan 64% pada periode yang sama di tahun 2017.
"Angka-angka yang mengejutkan ini mengungkapkan pola yang jelas dari kekuatan yang tidak perlu dan berlebihan oleh polisi," kata Hamid dalam sebuah pernyataan.
Menurut Kapolri Tito Karnavian ribuan orang telah ditangkap dan ratusan orang ditahan dalam upaya untuk menjamin keselamatan turis yang berkunjung.
"Pada bulan lalu saya telah memerintahkan personil saya untuk menyelesaikan semua jaringan pencopet dan penjambret tas," katanya kepada wartawan pada akhir Juli.
"Jika melawan, jangan ragu. Hentikan mereka," tegas Tito.
Operasi polisi diperkirakan akan berakhir seiring penyelenggaraan Asian Games, tetapi banyak orang di jalan-jalan di Jakarta tidak akan menentang kebijakan yang terus berlanjut.
"Saya setuju dengan tindakan polisi karena (kejahatan) itu sangat berbahaya bagi rakyat," kata seorang warga di kota tua ibu kota.
Asian Games yang akan digelar selama dua minggu, yang dimulai pada hari Sabtu ini, akan berlangsung di Ibu Kota Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan.
Pihak berwenang mengerahkan 100.000 polisi dan tentara untuk acara empat tahunan ke-18, dengan melibatkan sekitar 17.000 atlet yang akan bertanding antara 18 Agustus hingga 2 September dalam acara multi-olahraga terbesar di luar Olimpiade.
AI mengatakan setidaknya 77 orang dilaporkan ditembak mati sejak Januari, dengan 31 korban tewas dalam razia polisi yang dimaksudkan untuk membersihkan kota-kota tuan rumah untuk Asian Games.
Pihak berwenang mengatakan bahwa mereka ditembak setelah melakukan perlawanan terhadap polisi.
Operasi penggerebekan dimulai pada bulan Juli dengan pejabat tinggi mengatakan kepada perwira mereka jangan ragu untuk mengambil tindakan tegas.
"Pihak berwenang berjanji untuk meningkatkan keamanan untuk semua. Sebaliknya, kami telah melihat polisi menembak dan menewaskan puluhan orang dengan hampir nol pertanggungjawaban atas kematian," kata kepala Amnesti Indonesia, Usman Hamid.
"Penggalangan acara olah raga internasional tidak boleh mengorbankan hak asasi manusian," imbuhnya seperti dikutip dari BBC, Sabtu (18/8/2018).
Penembakan terhadap para penjahat jalanan ini memuncak pada paruh pertama Juli, ketika 11 orang ditembak mati di Jakarta dan 41 lainnya ditembak di kaki.
Jumlah total mereka yang tewas dan dituduh melakukan kejahatan kecil pada tahun 2018 menunjukkan peningkatan 64% pada periode yang sama di tahun 2017.
"Angka-angka yang mengejutkan ini mengungkapkan pola yang jelas dari kekuatan yang tidak perlu dan berlebihan oleh polisi," kata Hamid dalam sebuah pernyataan.
Menurut Kapolri Tito Karnavian ribuan orang telah ditangkap dan ratusan orang ditahan dalam upaya untuk menjamin keselamatan turis yang berkunjung.
"Pada bulan lalu saya telah memerintahkan personil saya untuk menyelesaikan semua jaringan pencopet dan penjambret tas," katanya kepada wartawan pada akhir Juli.
"Jika melawan, jangan ragu. Hentikan mereka," tegas Tito.
Operasi polisi diperkirakan akan berakhir seiring penyelenggaraan Asian Games, tetapi banyak orang di jalan-jalan di Jakarta tidak akan menentang kebijakan yang terus berlanjut.
"Saya setuju dengan tindakan polisi karena (kejahatan) itu sangat berbahaya bagi rakyat," kata seorang warga di kota tua ibu kota.
Asian Games yang akan digelar selama dua minggu, yang dimulai pada hari Sabtu ini, akan berlangsung di Ibu Kota Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan.
Pihak berwenang mengerahkan 100.000 polisi dan tentara untuk acara empat tahunan ke-18, dengan melibatkan sekitar 17.000 atlet yang akan bertanding antara 18 Agustus hingga 2 September dalam acara multi-olahraga terbesar di luar Olimpiade.
(ian)