Mufti Malaysia: Yang Diperjuangkan Kaum LGBT Hak-hak Binatang

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 00:38 WIB
Mufti Malaysia: Yang...
Mufti Malaysia: Yang Diperjuangkan Kaum LGBT Hak-hak Binatang
A A A
PETALING JAYA - Seorang mufti di Malaysia menyebut aktivisme lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) untuk memperjuangkan hak-hak binatang. Menurutnya, mereka yang menentang penghapusan potret aktivis LGBT dalam pameran di Penang memiliki pemahaman yang salah tentang kebebesan di negara tersebut.

Mufti yang menentang kegiatan LGBT tersebut adalah Wan Salim Wan Mohd Noor. Dia adalah mufti Penang.

“Kelompok yang menyatakan kecewa dengan tindakan pemerintah negara bagian, jelas tidak mengerti arti kebebasan," katanya.

"Apa yang orang-orang ini perjuangkan sebenarnya adalah hak-hak binatang karena kebebasan untuk manusia harus diikat oleh agama dan budaya," katanya seperti dikutip The Star, Jumat (10/8/2018) malam.

Wan Salim juga mendesak pemerintah negara bagian Penang untuk tidak menyerah pada tuntutan oleh kelompok-kelompok yang menyerukan agar potret-potret aktivis LGBT dipulihkan dalam pameran. Pameran itu bagian dari festival di George Town.

Dia menegaskan bahwa Islam tidak menentang kebebasan artistik, tetapi kreativitas tidak boleh melampaui batas-batas agama dan budaya.

"Biarkan semua kegiatan artistik berkontribusi pada pertumbuhan pribadi dan pembangunan bangsa, bukan seni yang menyimpang dan tidak bermoral yang dapat membawa ras dan negara kita ke jurang kehancuran," ujarnya.

Pada hari Rabu, 8 Agustus 2018, pejabat di Departemen Perdana Menteri Mujahid Yusof Rawa menegaskan di Parlemen bahwa dia telah memerintahkan penghapusan potret aktivis Nisha Ayub dan Pang Khee Teik dari pameran Stripes and Strokes di George Town Festival.

Nisha dan Pang digambarkan memegang simbol bendera Garis Gemilang yang diambil oleh fotografer Mooreyameen Mohamad.

Nisha adalah wanita transgender pertama yang menerima International Women of Courage Award pada tahun 2016. Sedangkan Pang adalah salah satu pendiri "Seksualiti Merdeka".

Menurut Mujahid, pejabat yang bertanggung jawab atas urusan agama, potret itu diturunkan karena mereka mempromosikan kegiatan LGBT, yang tidak sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pakatan Harapan.

Namun, tindakan Mujahid dikecam beberapa aktivis. Pengacara Siti Kasim menyatakan kekecewaan terhadap pemerintah Pakatan Harapan karena menyerah pada bigot dan fasis.
(mas)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
1 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
6 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
6 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
7 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
8 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
9 jam yang lalu
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved