Korban Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Afghanistan Capai 39 Orang
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 00:58 WIB
Korban Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Afghanistan Capai 39 Orang
A
A
A
KABUL - Sebanyak 39 orang tewas dalam aksi bom bunuh diri di sebuah masjid Syiah Afghanistan timur. Jumlah korban tewas kemungkinan akan bertambah, kata polisi dan pejabat pemerintah setempat.
"Dua gerilyawan berpakaian burka menyerang masjid di kota Gardez di provinsi Paktia di mana lebih dari 100 orang berkumpul untuk shalat Jumat," kata Raz Mohammad Mandozai, kepala polisi Paktia seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (4/8/2018).
Baca: Militan Serang Masjid Saat Shalat Jumat di Afghanistan, 10 Tewas
Sedikitnya 80 orang terluka ketika pelaku penyerangan menyerang dengan senjata dan bahan peledak di masjid Khawaja Hassan.
Rumah sakit kota Gardez melaporkan menerima setidaknya 50 orang dewasa dan 20 anak-anak terluka dalam serangan itu.
Abdullah Hazrat, seorang pejabat senior pemerintah, mengatakan para militan menembaki para jamaah dan satu lagi meledakkan dirinya. Petugas keamanan yang ditempatkan di mesjid menembak mati militan lainnya.
Menurut seorang saksi mata, para penyerang telah memasuki aula dan mengenakan cadar penuh.
Tidak ada kelompok mengaku bertanggung jawab atas serangan yang terjadi pada hari Jumat itu, tetapi kelompok militan Negara Islam (ISIS) sebelumnya mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap masjid-masjid Syiah di Afghanistan.
Serangan itu menggarisbawahi situasi keamanan yang mengerikan di negara itu setelah empat dekade perang dan 17 tahun intervensi Amerika Serikat (AS). ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap target sipil bahkan ketika tekanan untuk membangun pembicaraan damai antara pemerintah yang didukung Barat dan Taliban.
ISIS kerap menargetkan minoritas Syiah Afghanistan, yang disebutnya "murtad."
Sementara perang Afganistan telah banyak diperjuangkan di kalangan Muslim Sunni, ada peningkatan jumlah serangan terhadap sasaran-sasaran Syiah dalam beberapa tahun terakhir.
Tidak ada informasi yang dapat diandalkan tentang jumlah komunitas Syiah di Afghanistan, tetapi diperkirakan berkisar sekitar 10-15 persen, termasuk sebagian besar anggota kelompok etnis Hazara yang berbahasa Persia dan beberapa Tajik.
"Dua gerilyawan berpakaian burka menyerang masjid di kota Gardez di provinsi Paktia di mana lebih dari 100 orang berkumpul untuk shalat Jumat," kata Raz Mohammad Mandozai, kepala polisi Paktia seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (4/8/2018).
Baca: Militan Serang Masjid Saat Shalat Jumat di Afghanistan, 10 Tewas
Sedikitnya 80 orang terluka ketika pelaku penyerangan menyerang dengan senjata dan bahan peledak di masjid Khawaja Hassan.
Rumah sakit kota Gardez melaporkan menerima setidaknya 50 orang dewasa dan 20 anak-anak terluka dalam serangan itu.
Abdullah Hazrat, seorang pejabat senior pemerintah, mengatakan para militan menembaki para jamaah dan satu lagi meledakkan dirinya. Petugas keamanan yang ditempatkan di mesjid menembak mati militan lainnya.
Menurut seorang saksi mata, para penyerang telah memasuki aula dan mengenakan cadar penuh.
Tidak ada kelompok mengaku bertanggung jawab atas serangan yang terjadi pada hari Jumat itu, tetapi kelompok militan Negara Islam (ISIS) sebelumnya mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap masjid-masjid Syiah di Afghanistan.
Serangan itu menggarisbawahi situasi keamanan yang mengerikan di negara itu setelah empat dekade perang dan 17 tahun intervensi Amerika Serikat (AS). ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap target sipil bahkan ketika tekanan untuk membangun pembicaraan damai antara pemerintah yang didukung Barat dan Taliban.
ISIS kerap menargetkan minoritas Syiah Afghanistan, yang disebutnya "murtad."
Sementara perang Afganistan telah banyak diperjuangkan di kalangan Muslim Sunni, ada peningkatan jumlah serangan terhadap sasaran-sasaran Syiah dalam beberapa tahun terakhir.
Tidak ada informasi yang dapat diandalkan tentang jumlah komunitas Syiah di Afghanistan, tetapi diperkirakan berkisar sekitar 10-15 persen, termasuk sebagian besar anggota kelompok etnis Hazara yang berbahasa Persia dan beberapa Tajik.
(ian)