Trump Berterima Kasih Kim Jong-un Pulangkan Jasad Tentara AS
Kamis, 02 Agustus 2018 - 15:11 WIB
Trump Berterima Kasih Kim Jong-un Pulangkan Jasad Tentara AS
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berterima kasih kepada pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un karena memulangkan sisa-sisa jasad dari lusinan tentara Washington korban Perang Korea. Ucapan itu disampaikan melalui Twitter, Kamis (2/8/2018).
"Terima kasih kepada Chairman Kim Jong-un karena menjaga kata-kata Anda dan memulai proses pengiriman pulang sisa-sisa dari (jasad tentara) kami yang besar dan tercinta yang hilang!," tulis Trump via akun Twitter @realDonaldTrump.
"Saya sama sekali tidak terkejut bahwa Anda mengambil tindakan yang baik ini. Juga, terima kasih atas surat Anda yang indah, saya berharap dapat segera bertemu Anda!," lanjut Trump.
Pada akhir Juli, Pyongyang menyerahkan sisa-sisa jasad dari lusinan tentara AS yang jadi korban tewas dalam Perang Korea 1950-1953. Langkah simbolik disambut oleh Trump.
Pemulangan sisa-sisa jasad tentara Washington itu bertepatan dengan peringatan ke-65 tahun Perang Korea. Itu merupakan bagian dari kesepakatan yang dicapai oleh Trump dan Kim selama pertemuan puncak mereka di Singapura pada bulan Juni lalu.
Kim sebelummya telah mengirim surat kepada Trump pada awal Juli lalu. Dia, dalam suratnya, berterima kasih kepada Trump atas pertemuan pertama mereka di Singapura. Trump memuji surat Kim bagus, namun dia tidak merinci lebih detail isi surat tersebut.
Hubungan kedua pemimpin itu telah berjalan panas dan dingin selama setahun terakhir. Pada musim panas lalu, keduanya saling mengumbar ancaman serangan senjata nuklir. Namun, pada musim semi ini Trump mengambil pendekatan yang sangat berbeda terhadap Korut hingga akhirnya keduanya melakukan pertemuan bersejarah untuk menyepakati denuklirisasi di Semenanjung Korea.
Trump mengklaim bahwa tidak ada lagi ancaman nuklir dari Pyongyang setelah pertemuan di Singapura.
Kesepakatan denukliriasi dalam pertemuan di Singapura tersebut sejatinya masih samar. Trump bersikeras bahwa Pyongyang harus memulai proses denuklirisasi dengan "sangat cepat", namun berselang beberapa hari kemudian, pemimpin Amerika itu menyatakan denuklirisasi oleh Korut tidak bisa terburu-buru.
Rezim Kim Jong-un sendiri tidak menegaskan batasan waktu untuk melucuti senjata nuklirnya. Namun, dia telah membongkar situs uji coba rudal dan tidak lagi menguji coba rudal dan senjata nuklirnya.
"Terima kasih kepada Chairman Kim Jong-un karena menjaga kata-kata Anda dan memulai proses pengiriman pulang sisa-sisa dari (jasad tentara) kami yang besar dan tercinta yang hilang!," tulis Trump via akun Twitter @realDonaldTrump.
"Saya sama sekali tidak terkejut bahwa Anda mengambil tindakan yang baik ini. Juga, terima kasih atas surat Anda yang indah, saya berharap dapat segera bertemu Anda!," lanjut Trump.
Pada akhir Juli, Pyongyang menyerahkan sisa-sisa jasad dari lusinan tentara AS yang jadi korban tewas dalam Perang Korea 1950-1953. Langkah simbolik disambut oleh Trump.
Pemulangan sisa-sisa jasad tentara Washington itu bertepatan dengan peringatan ke-65 tahun Perang Korea. Itu merupakan bagian dari kesepakatan yang dicapai oleh Trump dan Kim selama pertemuan puncak mereka di Singapura pada bulan Juni lalu.
Kim sebelummya telah mengirim surat kepada Trump pada awal Juli lalu. Dia, dalam suratnya, berterima kasih kepada Trump atas pertemuan pertama mereka di Singapura. Trump memuji surat Kim bagus, namun dia tidak merinci lebih detail isi surat tersebut.
Hubungan kedua pemimpin itu telah berjalan panas dan dingin selama setahun terakhir. Pada musim panas lalu, keduanya saling mengumbar ancaman serangan senjata nuklir. Namun, pada musim semi ini Trump mengambil pendekatan yang sangat berbeda terhadap Korut hingga akhirnya keduanya melakukan pertemuan bersejarah untuk menyepakati denuklirisasi di Semenanjung Korea.
Trump mengklaim bahwa tidak ada lagi ancaman nuklir dari Pyongyang setelah pertemuan di Singapura.
Kesepakatan denukliriasi dalam pertemuan di Singapura tersebut sejatinya masih samar. Trump bersikeras bahwa Pyongyang harus memulai proses denuklirisasi dengan "sangat cepat", namun berselang beberapa hari kemudian, pemimpin Amerika itu menyatakan denuklirisasi oleh Korut tidak bisa terburu-buru.
Rezim Kim Jong-un sendiri tidak menegaskan batasan waktu untuk melucuti senjata nuklirnya. Namun, dia telah membongkar situs uji coba rudal dan tidak lagi menguji coba rudal dan senjata nuklirnya.
(mas)