Israel Penjarakan Penyair Palestina Karena Serukan Perlawanan

Rabu, 01 Agustus 2018 - 16:14 WIB
Israel Penjarakan Penyair...
Israel Penjarakan Penyair Palestina Karena Serukan Perlawanan
A A A
TEL AVIV - Pengadilan Israel dilaporkan telah menghukum penyair Palestina Dareen Tatour lima bulan penjara karena dinilai menghasut melakukan terorisme dalam sebuah puisi yang ia posting di media sosial.

Tatour dijatuhi hukuman oleh pengadilan distrik Nazaret setelah sudah menjalani hukuman hampir tiga tahun di bawah tahanan rumah. Dia ditangkap oleh polisi Israel pada bulan Oktober 2015 lalu.

Wanita berusia 36 tahun itu ditangkap beberapa hari setelah dia memposting di Facebook dan Youtube, video dirinya membaca sebuah puisi berjudul "Lawan, orang-orangku menolak mereka", dengan latar belakang demonstran Palestina saat bentrok dengan tentara Israel.

Jaksa mengatakan, puisinya adalah seruan untuk melakukan kekerasan. Dia menghabiskan bulan-bulan berikutnya di bawah tahanan rumah, selama waktu itu dia dilarang mempublikasikan karyanya dan mengakses internet.

Pengacara Tatour, Gaby Lasky mengatakan, putusn hakim jauh lebih rendan dari tuntutan jaksa. Meski demikian, dia akan tetap mengajukan banding atas putusan dan hukuman tersebut.

"Saya tidak berpikir bahwa menulis puisi, meskipun itu bertentangan dengan pemerintah adalah kejahatan," kata Lasky, seperti dilansir Al Jazeera pada Rabu (1/8).

"Sangat disayangkan bahwa di sebuah negara yang percaya pada demokrasi, akan memenjarakan seorang penyair karena puisi yang ditulisnya. Jaksa mengajukan tuntutan 20 bulan penjara, tetapi hakim memutuskan menjatuhi hukuman lima bulan penjara," sambungnya.

Tatour sendiri telah menegaskan dirinya tidak pernah meyerukan untuk melakukan aksi kekerasan dalam puisinya. Justru dia menyerukan perjuangan tanpa kekerasan, tetapi lanjut Tatour, otoritas Israel menafsirkannya menjadi kekerasan.

"Saya tidak mengharapkan keadilan akan ditegakan. Kasus itu bersifat politik sejak awal, karena saya orang Palestina dan mendukung kebebasan berbicara," ucap Tatour.
(esn)
Berita Terkait
Aksi Brutal Polisi Israel...
Aksi Brutal Polisi Israel Serbu Puluhan Jemaah di Masjid Al-Aqsa
Israel Serang Kamp Al...
Israel Serang Kamp Al Maghazi di Gaza Saat Malam Natal Menewaskan 70 orang
Penampakan Rudal Iran...
Penampakan Rudal Iran saat Melintas di Atas Masjid Al Aqsa
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Israel Menembaki Warga...
Israel Menembaki Warga Gaza di Distribusi Bantuan, 155 Terluka dan 20 Tewas
Panik Dibombardir Iran,...
Panik Dibombardir Iran, Israel Minta Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
Berita Terkini
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
23 menit yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
55 menit yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
6 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
10 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
11 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
12 jam yang lalu
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved