Ahed Tamimi, Gadis Palestina Penampar Tentara Israel Dibebaskan
Minggu, 29 Juli 2018 - 11:21 WIB
Ahed Tamimi, Gadis Palestina Penampar Tentara Israel Dibebaskan
A
A
A
TEPI BARAT - Ahed Tamimi akhirnya bisa menghirup udara bebas setelah delapan bulan di penjara Israel, Minggu (29/7/2018). Gadis remaja itu telah menjadi simbol perlawanan Palestina setelah ia dipenjara karena menampar seorang tentara Israel.
Seorang juru bicara dinas penjara mengatakan Tamimi dan ibunya, yang juga dipenjara karena insiden itu, sedang dibawa oleh otoritas Israel dari penjara ke pos pemeriksaan yang mengarah ke Tepi Barat yang diduduki, di mana mereka tinggal seperti dikutip dari The National.ae.
Setelah delapan bulan di penjata Israel, Tamimi dibebaskan sebagai tokoh terkenal dalam politik Palestina di tengah periode ketegangan di sepanjang perbatasan.
Tamimi ditangkap pada 19 Desember tahun lalu, beberapa hari setelah videonya bersama sepupunya Nour Tamimi menampar dan menendang dua tentara Israel yang menolak meninggalkan rumah mereka di Nabi Saleh, dekat Ramallah.
Gadis berusia 17 tahun itu menolak jaminan selama penahanan dan persidangan di pengadilan Israel. Ia diadili karena melakukan penyerangan, melempar batu, menghasut untuk melakukan kekerasan, dan mengancam.
Pada bulan Maret tahun ini terjadi kesepakatan dengan jaksa Israel. Tamimi dihukum delapan bulan penjara, termasuk selama ia ditahan. Sepupunya juga segera akan dibebaskan.
Bagi warga Palestina, Tamimi menjadi pahlawan karena menghadapi agresi Israel dan invasi ke rumah keluarganya.
Sementara itu, orang Israel awalnya melihat video sebagai simbol pengekangan Israel, para prajurit mundur, tidak bereaksi. Namun, setelah gadis itu dan ibunya, yang juga memfilmkan insiden itu, ditangkap, ada kecaman bahkan di dalam Israel bahwa jaksa bersikap berlebihan.
Kasus Tamimi mendapat dukungan internasional dari artis-artis papan atas, aktor, akademisi, dan atlet yang menyerukan pembebasan remaja itu.
Seorang juru bicara dinas penjara mengatakan Tamimi dan ibunya, yang juga dipenjara karena insiden itu, sedang dibawa oleh otoritas Israel dari penjara ke pos pemeriksaan yang mengarah ke Tepi Barat yang diduduki, di mana mereka tinggal seperti dikutip dari The National.ae.
Setelah delapan bulan di penjata Israel, Tamimi dibebaskan sebagai tokoh terkenal dalam politik Palestina di tengah periode ketegangan di sepanjang perbatasan.
Tamimi ditangkap pada 19 Desember tahun lalu, beberapa hari setelah videonya bersama sepupunya Nour Tamimi menampar dan menendang dua tentara Israel yang menolak meninggalkan rumah mereka di Nabi Saleh, dekat Ramallah.
Gadis berusia 17 tahun itu menolak jaminan selama penahanan dan persidangan di pengadilan Israel. Ia diadili karena melakukan penyerangan, melempar batu, menghasut untuk melakukan kekerasan, dan mengancam.
Pada bulan Maret tahun ini terjadi kesepakatan dengan jaksa Israel. Tamimi dihukum delapan bulan penjara, termasuk selama ia ditahan. Sepupunya juga segera akan dibebaskan.
Bagi warga Palestina, Tamimi menjadi pahlawan karena menghadapi agresi Israel dan invasi ke rumah keluarganya.
Sementara itu, orang Israel awalnya melihat video sebagai simbol pengekangan Israel, para prajurit mundur, tidak bereaksi. Namun, setelah gadis itu dan ibunya, yang juga memfilmkan insiden itu, ditangkap, ada kecaman bahkan di dalam Israel bahwa jaksa bersikap berlebihan.
Kasus Tamimi mendapat dukungan internasional dari artis-artis papan atas, aktor, akademisi, dan atlet yang menyerukan pembebasan remaja itu.
(ian)