Tikam Tiga Warga Israel, Remaja Palestina Tewas Ditembak
Jum'at, 27 Juli 2018 - 10:44 WIB
Tikam Tiga Warga Israel, Remaja Palestina Tewas Ditembak
A
A
A
YERUSALEM - Seorang remaja Palestina menyelinap masuk ke pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki. Ia menikam seorang warga Israel hingga tewas dan melukai dua lainnya sebelum tewas ditembak. Hal itu dikatakan oleh militer Israel dan seorang juru bicara rumah sakit.
Dinas ambulans Israel, Magen David Adom mengatakan, satu dari korban luka dalam kondisi serius dan yang lainnya menderita luka ringan. Sebuah rumah sakit di Yerusalem mengkonfirmasi bahwa korban ketiga telah meninggal.
“Seorang teroris menyusup ke dalam komunitas dan menikam tiga warga sipil. Teroris itu ditembak dan tewas,” kata militer Israel seperti dikutip dari Reuters, Jumat (27/7/2018).
Laporan media Israel mengatakan, penyerang ditembak oleh seorang warga pemukiman Adam, yang terletak di antara Yerusalem dan kota Ramallah di Tepi Barat. Tidak ada komentar langsung dari pejabat Palestina.
Hamas, kelompok Islam yang memerintah Jalur Gaza Palestina, memuji serangan itu.
"Serangan itu adalah operasi heroik dan berani yang datang sebagai tanggapan terhadap kejahatan sehari-hari yang buruk yang dilakukan oleh pendudukan Israel terhadap orang-orang kita," kata juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum.
Ketegangan Israel-Palestina telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Setidaknya 140 warga Palestina telah tewas di Jalur Gaza oleh tembakan Israel dalam demonstrasi perbatasan mingguan. Israel mengatakan Hamas menggunakan protes sebagai kedok untuk serangan lintas perbatasan. Namun Hamas membantah hal ini.
Militan Palestina dalam beberapa pekan terakhir telah menembakkan ratusan roket ke Israel dari Gaza dan melepaskan tembakan ke pasukan Israel di seberang perbatasan, menewaskan satu tentara. Aksi ini menyebabkan serangan udara dan tank Israel yang mematikan.
Perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina runtuh pada tahun 2014 dan tawaran pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk memulai kembali sejauh ini menunjukkan sedikit tanda kemajuan.
Palestina ingin mendirikan negara di Jalur Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur, wilayah yang direbut Israel dalam perang Timur Tengah 1967.
Israel menarik diri dari Gaza pada 2005, mencaplok Yerusalem Timur dalam sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional dan mempertahankan kendali atas lebih dari separuh Tepi Barat, di mana Palestina memiliki pemerintahan sendiri yang terbatas. Sebagian besar negara menganggap permukiman Israel di Tepi Barat ilegal. Israel membantah hal ini.
Dinas ambulans Israel, Magen David Adom mengatakan, satu dari korban luka dalam kondisi serius dan yang lainnya menderita luka ringan. Sebuah rumah sakit di Yerusalem mengkonfirmasi bahwa korban ketiga telah meninggal.
“Seorang teroris menyusup ke dalam komunitas dan menikam tiga warga sipil. Teroris itu ditembak dan tewas,” kata militer Israel seperti dikutip dari Reuters, Jumat (27/7/2018).
Laporan media Israel mengatakan, penyerang ditembak oleh seorang warga pemukiman Adam, yang terletak di antara Yerusalem dan kota Ramallah di Tepi Barat. Tidak ada komentar langsung dari pejabat Palestina.
Hamas, kelompok Islam yang memerintah Jalur Gaza Palestina, memuji serangan itu.
"Serangan itu adalah operasi heroik dan berani yang datang sebagai tanggapan terhadap kejahatan sehari-hari yang buruk yang dilakukan oleh pendudukan Israel terhadap orang-orang kita," kata juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum.
Ketegangan Israel-Palestina telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Setidaknya 140 warga Palestina telah tewas di Jalur Gaza oleh tembakan Israel dalam demonstrasi perbatasan mingguan. Israel mengatakan Hamas menggunakan protes sebagai kedok untuk serangan lintas perbatasan. Namun Hamas membantah hal ini.
Militan Palestina dalam beberapa pekan terakhir telah menembakkan ratusan roket ke Israel dari Gaza dan melepaskan tembakan ke pasukan Israel di seberang perbatasan, menewaskan satu tentara. Aksi ini menyebabkan serangan udara dan tank Israel yang mematikan.
Perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina runtuh pada tahun 2014 dan tawaran pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk memulai kembali sejauh ini menunjukkan sedikit tanda kemajuan.
Palestina ingin mendirikan negara di Jalur Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur, wilayah yang direbut Israel dalam perang Timur Tengah 1967.
Israel menarik diri dari Gaza pada 2005, mencaplok Yerusalem Timur dalam sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional dan mempertahankan kendali atas lebih dari separuh Tepi Barat, di mana Palestina memiliki pemerintahan sendiri yang terbatas. Sebagian besar negara menganggap permukiman Israel di Tepi Barat ilegal. Israel membantah hal ini.
(ian)