Trump: Obama 'Biarkan' Rusia Campur Tangan di Pemilu AS
Senin, 16 Juli 2018 - 15:52 WIB
Trump: Obama 'Biarkan' Rusia Campur Tangan di Pemilu AS
A
A
A
HELSINKI - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan, mantan Presiden AS, Barack Obama "membiarkan" Rusia untuk campur tangan dalam pemilihan umum AS yang berlangsung tahun 2016 lalu.
Melalui akun Twitternya Trump menyatakan FBI sudah memberitahu Obama mengenai kemungkinan adanya campur tangan Rusia dalam pemilu AS. Namun, Obama tidak menanggapi laporan itu, karena menurut Obama hal itu bukan masalah besar.
"Presiden Obama berpikir bahwa Hillary akan memenangkan pemilihan, jadi ketika dia diberitahu oleh FBI tentang campur tangan Rusia, dia mengatakan itu tidak bisa terjadi, bukan masalah besar, dan tidak melakukan apa-apa," kicau Trump, seperti dilansir Reuters pada Senin (16/7).
"Ketika saya menang, ini menjadi masalah besar dan terjadi "perburuan penyihir" yang dipimpin oleh Strzok!" sambungnya, merujuk pada Peter Strzok, seorang agen FBI yang mengkritik Trump selama masa kampanye.
Masalah campur tangan Rusia dalam pemilu AS sendiri akan menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Trump dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Kedua pemimpin itu dijadwalkan bertemu hari ini di Ibu Kota Finlandia, Helsinki.
Selain campur tangan Rusia, masalah Suriah, aneksasi Krimea, sanksi AS terhadap Rusia dan mengenai perjanjian kontrol senjata nukklir diantara kedua negara akan menjadi pembahasan Trump dan Putin.
Melalui akun Twitternya Trump menyatakan FBI sudah memberitahu Obama mengenai kemungkinan adanya campur tangan Rusia dalam pemilu AS. Namun, Obama tidak menanggapi laporan itu, karena menurut Obama hal itu bukan masalah besar.
"Presiden Obama berpikir bahwa Hillary akan memenangkan pemilihan, jadi ketika dia diberitahu oleh FBI tentang campur tangan Rusia, dia mengatakan itu tidak bisa terjadi, bukan masalah besar, dan tidak melakukan apa-apa," kicau Trump, seperti dilansir Reuters pada Senin (16/7).
"Ketika saya menang, ini menjadi masalah besar dan terjadi "perburuan penyihir" yang dipimpin oleh Strzok!" sambungnya, merujuk pada Peter Strzok, seorang agen FBI yang mengkritik Trump selama masa kampanye.
Masalah campur tangan Rusia dalam pemilu AS sendiri akan menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Trump dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Kedua pemimpin itu dijadwalkan bertemu hari ini di Ibu Kota Finlandia, Helsinki.
Selain campur tangan Rusia, masalah Suriah, aneksasi Krimea, sanksi AS terhadap Rusia dan mengenai perjanjian kontrol senjata nukklir diantara kedua negara akan menjadi pembahasan Trump dan Putin.
(esn)