Pejabat AS Bantah Korut Telah Kembalikan 200 Jasad Tentara Amerika

Kamis, 12 Juli 2018 - 14:13 WIB
Pejabat AS Bantah Korut...
Pejabat AS Bantah Korut Telah Kembalikan 200 Jasad Tentara Amerika
A A A
TOKYO - Kepala lembaga yang mencari jasad tentara Amerika yang hilang di medan perang luar negeri, Kelly McKeague, menyatakan Korea Utara (Korut) belum mengembalikan 200 jasad tentara Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini sekaligus membantah pernyataan Presiden Donald Trump yang menyatakan Korut telah mengembalikan 200 jasad tentara AS.

Sebelumnya, dalam sebuah kampanye di Minnesota beberapa waktu lalu, Trump mengatakan 200 jasad tentara AS telah dikirim kembali.

“Kami mendapatkan kembali pahlawan kami yang gugur, yang tersisa, pada kenyataannya saat ini sudah 200 telah dikirim kembali," ujar Trump kala itu.

"Kami belum melihat spesifik dari komitmen itu," kata McKeague seperti dilansir dari Reuters, Kamis (12/7/2018).

Korut mungkin akan mengizinkan AS untuk melanjutkan pencarian ribuan jasad tentara korban Perang Korea 1950-53. Namun, hal itu akan membutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum penggalian dapat dimulai dan bertahun-tahun sampai pecahan tulang diidentifikasi.

"Dibutuhkan waktu beberapa bulan hingga, dalam banyak kasus, bertahun-tahun, sebelum kami dapat membuat identifikasi," ujar Direktur Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA) itu.

Tiga belas tahun setelah pekerjaan terakhirnya di Korut, badan itu dapat kembali setelah pemimpin Kim Jong-un setuju untuk melanjutkan pemulihan dan pemulangan kembali jasad tentara AS. Restu tersebut diberikan saat pertemuan tingkat tinggi 12 Juni dengan Presiden Donald Trump,

Proses itu bisa dimulai ketika pejabat Korut dan PBB bertemu di zona demiliterisasi (DMZ) yang membagi Korea untuk membahas tentara yang hilang dalam aksi (MIA). Penasihat DPAA akan menghadiri pembicaraan.

"Kami berharap diskusi-diskusi ini pada 12 Juli akan mengarah pada diskusi dan negosiasi lebih lanjut secara langsung dengan Korea Utara yang mana kami dapat benar-benar turun ke perencanaan rinci," kata McKeague.

AS terakhir menyambangi Korut terjadi pada tahun 1990 dan 1995 melibatkan lebih dari 200 peti mati. Para penyelidik AS mengumpulkan lebih dari 230 kotak tulang dan bahan dalam satu dekade penggalian.

Sekitar 7.700 tentara Amerika belum ditemukan di semenanjung Korea, dengan 5.300 diyakini berada di suatu tempat di utara DMZ.

Catatan sejarah yang terperinci memungkinkan para penyelidik untuk menemukan medan perang, kamp tahanan perang dan tempat-tempat kecelakaan pesawat.

"Iklim yang lebih dingin di Semenanjung Korea membatasi waktu penggalian, tetapi membantu melestarikan sisa-sisa jasad, tidak seperti daerah tropis Asia, di mana tulang membusuk dengan cepat," kata McKeague.
(ian)
Berita Terkait
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
5 Rudal Korea Utara...
5 Rudal Korea Utara yang Ditakuti Amerika Serikat
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
5 Negara Sahabat China,...
5 Negara Sahabat China, 3 di Antaranya Musuh Amerika Serikat
Berita Terkini
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
49 menit yang lalu
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
2 jam yang lalu
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
3 jam yang lalu
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
3 jam yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
5 jam yang lalu
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
6 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved