PM May: Inggris Akan Tetap Jadi Sekutu Terkuat AS

Kamis, 12 Juli 2018 - 09:32 WIB
PM May: Inggris Akan...
PM May: Inggris Akan Tetap Jadi Sekutu Terkuat AS
A A A
LONDON - Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May, mengatakan bahwa Inggris akan tetap menjadi sekutu terkuat Amerika Serikat (AS). Ia mengatakan hal itu saat bersiap untuk menjadi tuan rumah bagi Presiden Donald Trump. Ini adalah kunjungan pertama Trump ke Inggris sebagai Presiden AS.

Pernyataan yang dikeluarkan kantor PM Inggris mengatakan May akan menggunakan kunjungan Trump untuk menyoroti kekuatan hubungan transatlantik, menetapkan seberapa dekat Inggris bekerja dengan AS pada pertahanan, keamanan, dan isu-isu kebijakan luar negeri. Ia juga akan mendiskusikan peluang untuk memperdalam hubungan di bidang-bidang seperti perdagangan dan investasi di tahun-tahun mendatang.

"Ketika kita meninggalkan Uni Eropa, kita akan mulai memetakan program baru untuk Inggris di dunia dan aliansi global kita akan lebih kuat dari sebelumnya," kata May dalam pernyataan itu.

"Tidak ada aliansi yang lebih kuat daripada hubungan khusus kami dengan AS dan tidak akan ada aliansi yang lebih penting di tahun-tahun mendatang," imbuhnya seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (12/7/2018).

Ia mengatakan bahwa Inggris dan AS sudah memiliki kemitraan yang erat dan unik dalam perjuangan untuk demokrasi dan keamanan global. Keduanya berbagi pandangan global di sebagian besar masalah kebijakan luar negeri.

"Hubungan perdagangan dan investasi kami tidak ada bandingannya - kami adalah investor terbesar di masing-masing ekonomi dan setiap hari satu juta orang Inggris bekerja untuk perusahaan AS di Inggris dan satu juta orang Amerika bekerja untuk perusahaan Inggris di AS," katanya.

"Minggu ini kami memiliki kesempatan untuk memperdalam hubungan perdagangan yang unik ini dan memulai diskusi tentang bagaimana kami akan menjalin kemitraan perdagangan yang diperkuat, ambisius dan masa depan," tambahnya.

"Sebagai dua negara - kita lebih aman, lebih makmur dan lebih kreatif ketika kita bekerja bersama dan saya menanti-nantikan diskusi penting minggu ini," tukasnya.

Presiden Trump akan tiba di Inggris Kamis sore dan akan disambut oleh Perdana Menteri di Blenheim Palace Kamis malam. Pada hari Jumat, ia akan menyaksikan demonstrasi kemampuan militer canggih Inggris dan pelatihan militer Inggris-AS yang terintegrasi.

Ia kemudian akan melakukan perjalanan ke Checkers untuk melakukan pembicaraan bilateral substantif dengan Perdana Menteri mengenai berbagai masalah kebijakan luar negeri termasuk Rusia, perdagangan, Brexit, dan Timur Tengah.
(ian)
Berita Terkait
Houthi Murka Usai Amerika...
Houthi Murka Usai Amerika Serikat dan Inggris Bombardir Yaman
Akibat Percampuran Budaya,...
Akibat Percampuran Budaya, Bahasa Baru Hadir di Amerika Serikat
Lima Mata akan Buta...
Lima Mata akan Buta Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Bombardir Houthi, Inggris...
Bombardir Houthi, Inggris Kerahkan Jet Tempur RAF Typhoon FGR4
Ini Perbedaan Vaksin...
Ini Perbedaan Vaksin Booster di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia
Hasil Timnas Inggris...
Hasil Timnas Inggris vs Amerika Serikat: Tiga Singa Dibikin Ompong
Berita Terkini
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
8 menit yang lalu
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
1 jam yang lalu
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
1 jam yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
3 jam yang lalu
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
4 jam yang lalu
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
4 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved