Kembali Menyambangi Korut, Pompeo Berharap Dapat Kepastian Soal Denuklirisasi
Sabtu, 07 Juli 2018 - 00:04 WIB
Kembali Menyambangi Korut, Pompeo Berharap Dapat Kepastian Soal Denuklirisasi
A
A
A
SEOUL - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, bertemu dengan para pejabat Korea Utara (Korut) di Pyongyang pada hari Jumat (6/7/2018). Pompeo berharap bisa mendapatkan rincian tentang bagaimana untuk membongkar program nuklir Korut dan mengembalikan sisa-sisa pasukan AS yang hilang dalam perang Korea.
Pompeo bertemu dengan Kim Yong-chol, yang memainkan peran kunci bersamanya dalam mengatur pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura bulan lalu.
Pembicaraan berlangsung hampir tiga jam dan tidak pasti apakah Pompeo akan bertemu Kim Jong-un. Dia akan bermalam di Pyongyang, menginap pertama kalinya di Korut.
"Kami baru saja mengakhiri pertemuan pertama kami hari ini. Saya bangga dengan kerja tim saya," kata Pompeo kepada wartawan seperti dilansir dari Reuters.
Pompeo akan menginap di Paekhwawon, atau 100 Flower Garden, sebuah wisma bergengsi di mana mantan Presiden Korea Selatan (Korsel) Roh Moo-hyun tinggal selama pertemuan puncaknya dengan ayah Kim Jong-un, Kim Jong-il, pada tahun 2007.
"Ini adalah kunjungan ketiga Anda ke negara kami jadi saya kira Anda sudah terbiasa sekarang," kata Kim Yong-chol kepada Pompeo di wisma itu.
"Semakin banyak Anda datang, semakin banyak kepercayaan yang bisa kita bangun antara satu sama lain," imbuhnya.
Pada pertemuan puncak di Singapura, Kim Jong-un berkomitmen untuk bekerja ke arah denuklirisasi. Namun belum diketahui secara rinci tentang bagaimana dan kapan ia akan membongkar program nuklir Korut.
"Jika mereka serius, maka kita bisa turun ke bisnis mendefinisikan istilah denuklirisasi akhir," kata seorang pejabat.
Namun kemampuan AS untuk memverifikasi keakuratan daftar Korut terbatas karena kurang spesifiknya persenjataan nuklir Korut, seperti jumlah hulu ledak dan fasilitas pengayaan uranium, terutama yang tidak operasional.
Sementara, di masa lalu, Pentagon mengatakan pejabat Korut telah mengisyaratkan mereka memiliki sisa pasukan AS sebanyak 200. Seorang pejabat militer AS yang akrab dengan prosedur penanganannya mengatakan tidak jelas apa yang akan diserahkan Korut.
Beberapa pejabat di Departemen Negara dan Pertahanan dan di badan-badan intelijen AS khawatir bahwa Trump telah menempatkan diri pada posisi yang kurang menguntungkan dengan melebih-lebihkan hasil pertemuan Singapura.
Menjelang pertemuan, Pompeo mengatakan Trump akan menolak apa pun dari denuklirisasi lengkap, dapat diverifikasi dan tidak bisa diubah (CVID).
Tetapi setelah pembicaraan pada hari Minggu antara utusan AS Sung Kim dan koleganya asal Korut, bahasa "CVID" ini tampaknya telah menghilang dari kamus Departemen Luar Negeri.
Trump pun menegaskan tekanan akan tetap sampai Korut melakukan denuklirisasi. Tetapi dalam pernyataan pekan ini, ia mendefinisikan kembali tujuan AS adalah denuklirisasi akhir, sepenuhnya diverifikasi negara.
Beberapa pejabat dan pakar AS mengatakan perubahan dalam bahasa menjadi pendekatan lunak. Namun Departemen Luar Negeri mengatakan kebijakannya tetap tidak berubah.
Pembicaraan Pompeo, yang dilanjutkan pada hari Sabtu, akan diawasi secara ketat di wilayah tersebut. Ia dijadwalkan bertemu pejabat dari Korsel dan Jepang di Tokyo pada hari Minggu.
Seorang juru bicara untuk kantor kepresidenan Korsel hanya mengatakan Korsel dan AS bekerja untuk merumuskan langkah-langkah konstruktif pada denuklirisasi Korut.
Pompeo bertemu dengan Kim Yong-chol, yang memainkan peran kunci bersamanya dalam mengatur pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura bulan lalu.
Pembicaraan berlangsung hampir tiga jam dan tidak pasti apakah Pompeo akan bertemu Kim Jong-un. Dia akan bermalam di Pyongyang, menginap pertama kalinya di Korut.
"Kami baru saja mengakhiri pertemuan pertama kami hari ini. Saya bangga dengan kerja tim saya," kata Pompeo kepada wartawan seperti dilansir dari Reuters.
Pompeo akan menginap di Paekhwawon, atau 100 Flower Garden, sebuah wisma bergengsi di mana mantan Presiden Korea Selatan (Korsel) Roh Moo-hyun tinggal selama pertemuan puncaknya dengan ayah Kim Jong-un, Kim Jong-il, pada tahun 2007.
"Ini adalah kunjungan ketiga Anda ke negara kami jadi saya kira Anda sudah terbiasa sekarang," kata Kim Yong-chol kepada Pompeo di wisma itu.
"Semakin banyak Anda datang, semakin banyak kepercayaan yang bisa kita bangun antara satu sama lain," imbuhnya.
Pada pertemuan puncak di Singapura, Kim Jong-un berkomitmen untuk bekerja ke arah denuklirisasi. Namun belum diketahui secara rinci tentang bagaimana dan kapan ia akan membongkar program nuklir Korut.
"Jika mereka serius, maka kita bisa turun ke bisnis mendefinisikan istilah denuklirisasi akhir," kata seorang pejabat.
Namun kemampuan AS untuk memverifikasi keakuratan daftar Korut terbatas karena kurang spesifiknya persenjataan nuklir Korut, seperti jumlah hulu ledak dan fasilitas pengayaan uranium, terutama yang tidak operasional.
Sementara, di masa lalu, Pentagon mengatakan pejabat Korut telah mengisyaratkan mereka memiliki sisa pasukan AS sebanyak 200. Seorang pejabat militer AS yang akrab dengan prosedur penanganannya mengatakan tidak jelas apa yang akan diserahkan Korut.
Beberapa pejabat di Departemen Negara dan Pertahanan dan di badan-badan intelijen AS khawatir bahwa Trump telah menempatkan diri pada posisi yang kurang menguntungkan dengan melebih-lebihkan hasil pertemuan Singapura.
Menjelang pertemuan, Pompeo mengatakan Trump akan menolak apa pun dari denuklirisasi lengkap, dapat diverifikasi dan tidak bisa diubah (CVID).
Tetapi setelah pembicaraan pada hari Minggu antara utusan AS Sung Kim dan koleganya asal Korut, bahasa "CVID" ini tampaknya telah menghilang dari kamus Departemen Luar Negeri.
Trump pun menegaskan tekanan akan tetap sampai Korut melakukan denuklirisasi. Tetapi dalam pernyataan pekan ini, ia mendefinisikan kembali tujuan AS adalah denuklirisasi akhir, sepenuhnya diverifikasi negara.
Beberapa pejabat dan pakar AS mengatakan perubahan dalam bahasa menjadi pendekatan lunak. Namun Departemen Luar Negeri mengatakan kebijakannya tetap tidak berubah.
Pembicaraan Pompeo, yang dilanjutkan pada hari Sabtu, akan diawasi secara ketat di wilayah tersebut. Ia dijadwalkan bertemu pejabat dari Korsel dan Jepang di Tokyo pada hari Minggu.
Seorang juru bicara untuk kantor kepresidenan Korsel hanya mengatakan Korsel dan AS bekerja untuk merumuskan langkah-langkah konstruktif pada denuklirisasi Korut.
(ian)