Taliban Culik 43 Warga Afghanistan Termasuk Pekerja Konstruksi
Sabtu, 23 Juni 2018 - 16:08 WIB
Taliban Culik 43 Warga Afghanistan Termasuk Pekerja Konstruksi
A
A
A
KABUL - Para pejuang Taliban menculik 43 orang dari sebuah kamp pembangunan jalan selama serangan di Afghanistan selatan dalam pertempuran terakhir sejak gencatan senjata kelompok itu berakhir. Pertempuran itu juga menewaskan empat pasukan keamanan.
"Gerilyawan menyerang kamp di distrik Spin Boldak di provinsi Kandahar semalam," kata juru bicara gubernur provinsi Dawood Ahmadi seperti dilansir dari AFP, Sabtu (23/6/2018).
Di antara 43 orang yang diculik adalah pekerja teknis, juru masak dan supir. "Empat polisi tewas dan satu lagi terluka setelah pasukan keamanan dikirim untuk menyelamatkan para pekerja terlibat baku tembak dengan Taliban," kata Ahmadi.
Seorang karyawan perusahaan konstruksi jalan Afghanistan juga menegaskan bahwa 43 orang telah diculik.
Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi mengatakan kepada AFP bahwa sasaran awalnya adalah pos pemeriksaan polisi.
Polisi melarikan diri dari pos pemeriksaan dan pergi ke kamp tempat para pekerja konstruksi yang sedang tidur. Taliban mengejar polisi tetapi, tidak dapat mengidentifikasi siapa pun, memutuskan untuk menculik "banyak" orang, kata kelompok itu.
Dalam insiden terpisah di provinsi barat Badghis semalam, setidaknya delapan anggota milisi pro-pemerintah tewas dan enam lainnya terluka dalam bentrokan dengan Taliban.
Juru bicara gubernur provinsi Naqibullah Amini mengatakan pertempuran di distrik Aab Kamari berlangsung dua jam dan berhasil dipadamkan oleh pasukan keamanan.
Ketua dewan provinsi Badghis Abdul Aziz Beg menyebutkan korban tewas di sisi Taliban mencapai 16 orang.
Taliban kembali ke medan perang pada hari Senin setelah menolak permintaan pemerintah untuk memperpanjang gencatan senjata tiga hari yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk merayakan Idul Fitri.
Presiden Ashraf Ghani mengumumkan akhir pekan lalu bahwa gencatan senjata delapan hari pemerintah, yang telah dijadwalkan akan berakhir pada hari Selasa, akan diperpanjang selama 10 hari lagi.
Gencatan senjata resmi nasional pertama sejak invasi tahun 2001 yang dipimpin AS telah memicu momen luar biasa dari pejuang Taliban, pasukan keamanan dan warga sipil dengan gembira merayakan hari raya Idul Fitri bersama.
"Gerilyawan menyerang kamp di distrik Spin Boldak di provinsi Kandahar semalam," kata juru bicara gubernur provinsi Dawood Ahmadi seperti dilansir dari AFP, Sabtu (23/6/2018).
Di antara 43 orang yang diculik adalah pekerja teknis, juru masak dan supir. "Empat polisi tewas dan satu lagi terluka setelah pasukan keamanan dikirim untuk menyelamatkan para pekerja terlibat baku tembak dengan Taliban," kata Ahmadi.
Seorang karyawan perusahaan konstruksi jalan Afghanistan juga menegaskan bahwa 43 orang telah diculik.
Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi mengatakan kepada AFP bahwa sasaran awalnya adalah pos pemeriksaan polisi.
Polisi melarikan diri dari pos pemeriksaan dan pergi ke kamp tempat para pekerja konstruksi yang sedang tidur. Taliban mengejar polisi tetapi, tidak dapat mengidentifikasi siapa pun, memutuskan untuk menculik "banyak" orang, kata kelompok itu.
Dalam insiden terpisah di provinsi barat Badghis semalam, setidaknya delapan anggota milisi pro-pemerintah tewas dan enam lainnya terluka dalam bentrokan dengan Taliban.
Juru bicara gubernur provinsi Naqibullah Amini mengatakan pertempuran di distrik Aab Kamari berlangsung dua jam dan berhasil dipadamkan oleh pasukan keamanan.
Ketua dewan provinsi Badghis Abdul Aziz Beg menyebutkan korban tewas di sisi Taliban mencapai 16 orang.
Taliban kembali ke medan perang pada hari Senin setelah menolak permintaan pemerintah untuk memperpanjang gencatan senjata tiga hari yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk merayakan Idul Fitri.
Presiden Ashraf Ghani mengumumkan akhir pekan lalu bahwa gencatan senjata delapan hari pemerintah, yang telah dijadwalkan akan berakhir pada hari Selasa, akan diperpanjang selama 10 hari lagi.
Gencatan senjata resmi nasional pertama sejak invasi tahun 2001 yang dipimpin AS telah memicu momen luar biasa dari pejuang Taliban, pasukan keamanan dan warga sipil dengan gembira merayakan hari raya Idul Fitri bersama.
(ian)