AS Buka Kedutaan di Taiwan di Tengah Ketegangan dengan China
Selasa, 12 Juni 2018 - 09:58 WIB
AS Buka Kedutaan di Taiwan di Tengah Ketegangan dengan China
A
A
A
TAIPEI - Amerika Serikat membuka kedutaan de facto di Ibu Kota Taiwan, Taipei. Pembukaan kantor perwakilan senilai USD250 juta itu menggarisbawahi hubungan strategis Washington dengan pulau demokratis yang memerintah sendiri ditengah ketegangan yang meningkat dengan China.
Washington memutuskan hubungan diplomatik dengan Taipei pada 1979 tetapi tetap menjadi sekutu terkuat dan satu-satunya pemasok senjata asing. AS membuka American Institute of Taiwan (AIT) untuk melakukan hubungan antara kedua belah pihak setelah memutuskan hubungan.
Direktur AIT, Kin Moy mengatakan, kompleks bangunan baru akan berfungsi sebagai kantor perwakilan nanti musim panas ini. Kompleks bangunan ini adalah peningkatan yang signifikan dari bangunan militer low-key AIT yang telah digunakan selama beberapa dekade.
Sementara itu Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Pendidikan dan Kebudayaan, Marie Royce, dan anggota Kongres AS Gregg Harper diharapkan menghadiri upacara pembukaan hari Selasa (12/6/2018) ini seperti disitir dari Reuters.
Royce adalah pejabat tertinggi Departemen Luar Negeri yang mengunjungi Taiwan sejak 2015.
China mengklaim Taiwan, yang diperintah sendiri, bagian dari Beijing di bawah kebijakan "satu China" dan Negeri Tirai Bambu itu tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa apa yang dilihatnya sebagai provinsi bandel di bawah kendalinya.
Permusuhan China dengan Taiwan telah tumbuh sejak Presiden Tsai Ing-wen terpilih pada 2016. Beijing mencurigai Tsai ingin mendorong kemerdekaan resmi, yang akan melanggar batas merah bagi para pemimpin Partai Komunis di Beijing.
Tsai, yang mengatakan dia ingin mempertahankan status quo tetapi akan melindungi keamanan Taiwan dan tidak diganggu oleh Beijing, diperkirakan akan memberikan pidato di kantor AIT.
Surat kabar yang dikelola negara China, Global Times, mengatakan bahwa China perlu memperingatkan Taiwan dan AS terhadap aksi provokasi itu.
"China daratan harus terus membangun pencegahannya terhadap pemerintah Taiwan, membuat mereka tahu bahwa AS tidak bisa menjadi penyelamat mereka," katanya dalam editorial pada pembukaan kantor baru.
Taiwan baru-baru ini kehilangan dua sekutu diplomatik setelah mereka beralih hubungan dengan China, sementara beberapa perusahaan internasional telah mengubah situs web mereka yang menunjukkan pulau itu sebagai bagian dari China.
China juga telah meningkatkan latihan militer, mengirim pembom dan jet tempur pada latihan di dekat pulau yang dicela Taipei sebagai tindakan intimidasi.
Taiwan telah melobi Washington untuk menjual peralatan yang lebih canggih, termasuk jet tempur baru, untuk memperkuat pertahanannya.
Washington memutuskan hubungan diplomatik dengan Taipei pada 1979 tetapi tetap menjadi sekutu terkuat dan satu-satunya pemasok senjata asing. AS membuka American Institute of Taiwan (AIT) untuk melakukan hubungan antara kedua belah pihak setelah memutuskan hubungan.
Direktur AIT, Kin Moy mengatakan, kompleks bangunan baru akan berfungsi sebagai kantor perwakilan nanti musim panas ini. Kompleks bangunan ini adalah peningkatan yang signifikan dari bangunan militer low-key AIT yang telah digunakan selama beberapa dekade.
Sementara itu Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Pendidikan dan Kebudayaan, Marie Royce, dan anggota Kongres AS Gregg Harper diharapkan menghadiri upacara pembukaan hari Selasa (12/6/2018) ini seperti disitir dari Reuters.
Royce adalah pejabat tertinggi Departemen Luar Negeri yang mengunjungi Taiwan sejak 2015.
China mengklaim Taiwan, yang diperintah sendiri, bagian dari Beijing di bawah kebijakan "satu China" dan Negeri Tirai Bambu itu tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa apa yang dilihatnya sebagai provinsi bandel di bawah kendalinya.
Permusuhan China dengan Taiwan telah tumbuh sejak Presiden Tsai Ing-wen terpilih pada 2016. Beijing mencurigai Tsai ingin mendorong kemerdekaan resmi, yang akan melanggar batas merah bagi para pemimpin Partai Komunis di Beijing.
Tsai, yang mengatakan dia ingin mempertahankan status quo tetapi akan melindungi keamanan Taiwan dan tidak diganggu oleh Beijing, diperkirakan akan memberikan pidato di kantor AIT.
Surat kabar yang dikelola negara China, Global Times, mengatakan bahwa China perlu memperingatkan Taiwan dan AS terhadap aksi provokasi itu.
"China daratan harus terus membangun pencegahannya terhadap pemerintah Taiwan, membuat mereka tahu bahwa AS tidak bisa menjadi penyelamat mereka," katanya dalam editorial pada pembukaan kantor baru.
Taiwan baru-baru ini kehilangan dua sekutu diplomatik setelah mereka beralih hubungan dengan China, sementara beberapa perusahaan internasional telah mengubah situs web mereka yang menunjukkan pulau itu sebagai bagian dari China.
China juga telah meningkatkan latihan militer, mengirim pembom dan jet tempur pada latihan di dekat pulau yang dicela Taipei sebagai tindakan intimidasi.
Taiwan telah melobi Washington untuk menjual peralatan yang lebih canggih, termasuk jet tempur baru, untuk memperkuat pertahanannya.
(ian)